Kabut asap tebal kembali menyelimuti wilayah Kalimantan Tengah dan mengancam kesehatan masyarakat.
"Hasil pemantauan bersama BMKG serta BPBD menunjukkan kondisi udara tidak sehat," ujar Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya Untung Sutrisno pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Kadar partikulat sempat menyusut tipis saat siang. Namun indeks kualitas udara bertahan pada status berbahaya bagi kesehatan masyarakat.
Pemerintah daerah mengklaim telah gencar menggelar edukasi. Sosialisasi pembukaan lahan tanpa bakar gencar disebar hingga tingkat kelurahan.
Pasukan khusus penanganan api juga disiap siapkan. Pembentukan Kelurahan Peduli Api menjadi langkah antisipasi awal pencegahan kebakaran.
Spanduk imbauan kini terpasang padat di lokasi rawan. Warga dilarang keras membuka lahan dengan cara membakar pekarangan.
Baca Juga: Prabowo Belum ke NTT, Istana Ungkap Prioritaskan Penanganan Korban Bencana
"Apalagi kondisi saat ini sudah parah, stop membakar," tegas Untung.
Potensi bencana kabut asap parah mengintai wilayah ini. Bencana karhutla besar tahun 2015 berisiko berulang jika warga abai.
Kesadaran kolektif menjadi kunci utama penyelamatan lingkungan. Partisipasi aktif warga sangat menentukan tingkat keparahan bencana asap ini.
Masyarakat diminta membatasi aktivitas pada ruang terbuka. Penggunaan masker wajib hukumnya saat warga terpaksa keluar rumah.
"Segera berobat ke fasilitas kesehatan jika tubuh terasa tidak enak," kata Untung menutup pembicaraan.