berita

Konvoi Ricuh 21 Pesilat di Jombang, Bawa Atribut Provokatif

Minggu, 4 Agustus 2024 | 18:52 WIB
Konvoi Ricuh 21 Pesilat di Jombang, Bawa Atribut Provokatif (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Kegaduhan melanda Desa Trawasan, Jombang, saat rombongan pesilat memasuki wilayah dengan atribut yang memicu ketegangan.

Pada Sabtu malam, 3 Agustus 2024, suasana di Desa Trawasan, Kecamatan Sumobito, Jombang, berubah mencekam ketika sekelompok pesilat mengadakan konvoi.

Dimulai dari Stadion Merdeka, Jombang, sekitar 21 orang pesilat, terdiri dari 16 pria dan 5 wanita, melakukan perjalanan menggunakan 15 sepeda motor menuju Desa Trawasan.

Kekhawatiran warga meningkat ketika rombongan tiba sekitar pukul 23.15 WIB dengan membawa atribut yang dianggap provokatif.

Aksi pesilat ricuh itu segera dilaporkan oleh warga yang resah kepada pihak berwajib.

"Mereka konvoi sambil membentangkan gambar dan tulisan-tulisan rasis," kata seorang pejabat kepada wartawan, Minggu, 4 Agustus 2024.

Menanggapi laporan tersebut, pihak kepolisian dari Polsek Sumobito, Polsek Kesamben, serta bantuan dari Polres Jombang, bergerak cepat ke lokasi.

Tanpa menunggu lama, polisi membubarkan konvoi dan mengamankan 21 pesilat serta 15 sepeda motor yang mereka gunakan.

Dalam operasi tersebut, polisi juga melakukan pendataan terhadap para pesilat dan berencana memanggil orang tua mereka untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Kapolres Jombang, AKBP Eko Bagus Riyadi, menekankan pentingnya edukasi bagi generasi muda, terutama mengenai jam malam dan peran penting orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka.

“Kami berharap peran orang tua sangat dominan agar diperhatikan keberadaan putra putrinya, terutama jam malam. Sayang, mereka punya potensi untuk maju kalau disia-siakan,” tegasnya.

Pihak kepolisian berjanji akan menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Namun, tetap mengutamakan langkah edukatif sebelum tindakan represif dilakukan.

Tags

Terkini