entertainment

Dari Anak Petani Hingga Miliarder, Kisah Inspiratif Pendiri Miniso dan Kekayaan Rp40 Triliunnya

Sabtu, 16 November 2024 | 15:28 WIB
Perjalanan Jack Ye dari anak petani menjadi miliarder Rp40 triliun lewat Miniso. Inspirasi global dengan kolaborasi dan inovasi unik. (Muhammad Aqil Azizi )

Sulawesitoday - Berawal dari mimpi besar seorang anak petani di Provinsi Hubei, China, Ye Guofu, atau yang lebih dikenal sebagai Jack Ye, kini telah mengukir sejarahnya sendiri. Mungkin Anda pernah mengunjungi Miniso, ritel gaya hidup dengan ribuan pilihan produk menarik.

Namun, tahukah Anda bahwa di balik kesuksesan brand ini terdapat perjalanan hidup yang penuh liku?

Baca Juga: Komentar Pedas CEO Intel Berujung Kerugian $3,68 Miliar!

Jack Ye lahir dalam keluarga petani sederhana yang jauh dari kemewahan. Hidupnya dulu serba pas-pasan, bahkan untuk pendidikan pun ia harus berjuang keras.

"Saya tumbuh dengan melihat orang tua saya bekerja keras setiap hari di ladang," ungkap Jack Ye dalam sebuah wawancara.

Meski demikian, keterbatasan ekonomi tidak memadamkan semangatnya untuk terus belajar. Ia menyelesaikan studi di bidang Manajemen Ekonomi dari Zhongnan University of Economics and Law.

Setelah lulus, ia pindah ke Provinsi Guangdong, mengambil pekerjaan sebagai sales di toko pipa baja. Pekerjaan ini memberinya pandangan mendalam tentang dunia bisnis.

Meski terlihat seperti langkah kecil, ini menjadi pondasi awal yang membentuk insting bisnisnya. Jack juga mulai menjual aksesoris dan kerajinan tangan di sela-sela pekerjaannya, belajar langsung dari interaksi dengan konsumen.

Namun, jalan menuju sukses tidaklah mulus. Sebelum Miniso, ia pernah mendirikan bisnis bernama Arayaya yang akhirnya bangkrut.

"Saya terlalu fokus pada harga murah, tapi lupa bahwa konsumen ingin kualitas," ujarnya. Pengalaman pahit ini justru menjadi pelajaran berharga yang membuatnya peka terhadap kebutuhan pasar.

Ide untuk mendirikan Miniso muncul secara tidak sengaja pada tahun 2013 saat ia berlibur ke Jepang. Di sana, Jack terinspirasi oleh toko-toko dengan desain minimalis, produk berkualitas, namun tetap terjangkau. Hebatnya, banyak dari produk yang ia lihat ternyata dibuat di China.

"Saya berpikir, jika Jepang bisa, mengapa kita tidak bisa?" kenang Jack. Dari sini, ia menciptakan konsep ritel yang tidak hanya menjual barang, tetapi juga gaya hidup.

Kini, Miniso telah memiliki 5.000 toko di lebih dari 100 negara, termasuk Indonesia. Bahkan, toko terbesarnya berada di Central Park Mall, Jakarta, dengan luas mencapai 3.000 meter persegi.

Kolaborasinya dengan merek-merek ternama seperti Marvel, Disney, hingga Harry Potter, memperkuat posisinya sebagai pemain global.

Halaman:

Tags

Terkini

Misteri Triliunan, Menguak Jejak Kekayaan Haji Isam

Rabu, 12 Februari 2025 | 18:29 WIB