• Minggu, 19 Juli 2026

Eko Patrio Pasrahkan Nasib Politik ke Zulhas Pasca Dinonaktifkan PAN

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Minggu, 14 September 2025 | 10:27 WIB
Eko Patrio menyerahkan nasib politik ke Zulhas pasca dinonaktifkan PAN. Fokus kini pada pemulihan psikologis keluarga korban penjarahan
Eko Patrio menyerahkan nasib politik ke Zulhas pasca dinonaktifkan PAN. Fokus kini pada pemulihan psikologis keluarga korban penjarahan

Sulawesitoday - Komedian sekaligus politikus Eko Hendro Purnomo menegaskan telah menyerahkan sepenuhnya keputusan karier politiknya kepada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Pernyataan ini disampaikan saat mengunjungi Polda Metro Jaya untuk urusan penangguhan penahanan terduga pelaku penjarahan rumahnya.

Anggota DPR nonaktif tersebut tampak pasrah. Eko Patrio menyatakan tidak lagi memikirkan urusan politik. Fokusnya kini tertuju pada keluarga yang terdampak trauma penjarahan.

"Saya sudah serahkan kepada partai politik aja," ujar Eko kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Sabtu dini hari (13/9/2025). Nada suaranya terdengar lelah. Mata menunjukkan kelelahan psikologis yang mendalam.

Keputusan ini muncul setelah Partai Amanat Nasional menonaktifkan Eko. Bersama empat anggota DPR lainnya, ia terkena dampak kebijakan partai pasca demo Agustus 2025. PAN mengambil langkah tegas terhadap kadernya yang dianggap terlibat kontroversi.

Eko menegaskan kepatuhannya pada arahan partai. "Saya serahkan semua kepada Ketum saya, pak Zulkifli Hasan," imbuhnya dengan nada mantap. Sebagai kader loyal, ia mengaku siap menerima keputusan apapun dari pimpinan tertinggi PAN.

Prioritas utama kini adalah keluarga. Eko mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi psikologis istri dan anak-anak. Penjarahan rumah meninggalkan trauma mendalam bagi keluarganya.

"Saya sekarang ingin lebih memperbaiki psikologis anak-anak saya," katanya dengan suara bergetar. Ia menambahkan pentingnya memulihkan kondisi mental istri yang juga terdampak kejadian tersebut. "Psikologis istri saya, itu yang lebih penting."

Dalam kunjungannya ke Polda Metro Jaya, Eko meminta penangguhan penahanan untuk seseorang bernama Rian. Menurutnya, pria ini justru telah menyelamatkan kucing peliharaannya saat penjarahan berlangsung. Tindakan heroik kecil di tengah kekacauan besar.

Sikap legowo mulai ditunjukkan Eko. Ia mengaku lebih ikhlas menerima musibah yang menimpa keluarganya. Demo akhir Agustus memang meninggalkan luka dalam bagi banyak pihak. Rumahnya menjadi salah satu sasaran amuk massa.

Kronologi penonaktifan Eko tidak bisa dilepaskan dari konteks politik nasional. Lima anggota DPR dari berbagai fraksi terkena dampak kebijakan partai masing-masing. PAN sebagai partai berasaskan reformasi mengambil langkah preventif untuk menjaga citra.

Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum PAN memang dikenal tegas. Keputusan menonaktifkan kader kontroversial menunjukkan komitmen partai pada disiplin internal. Eko tampaknya memahami posisi sulit pimpinan partainya.

Ke depan, nasib politik Eko masih menggantung. Keputusan final ada di tangan Zulhas dan elite PAN lainnya. Sementara itu, fokus pemulihan keluarga menjadi prioritas utama sang komedian.

Kasus penjarahan rumah Eko mencerminkan betapa rapuhnya rasa aman di tengah dinamika politik. Keluarga politisi menjadi korban sampingan dari gejolak yang seharusnya tidak melibatkan ranah privat. Sebuah ironi dalam berdemokrasi yang masih mencari bentuk idealnya.

Baca Juga: Video Viral Siswi MTs Donggala Dikeroyok Teman, Warganet Geram Minta Tindak Tegas Pelaku

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Misteri Triliunan, Menguak Jejak Kekayaan Haji Isam

Rabu, 12 Februari 2025 | 18:29 WIB