• Minggu, 19 Juli 2026

Bukan Hanya Harga Mahal, Ini Alasan Wisatawan Mengeluhkan Gubuk Koi Parigi di Medsos

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Kamis, 2 Januari 2025 | 12:00 WIB
Pelayanan buruk di Gubuk Koi Parigi jadi sorotan. Pengunjung mengeluhkan sikap staf dan lambatnya layanan. Apa langkah perbaikan yang akan diambil?
Pelayanan buruk di Gubuk Koi Parigi jadi sorotan. Pengunjung mengeluhkan sikap staf dan lambatnya layanan. Apa langkah perbaikan yang akan diambil?

Sulawesitoday - Pelayanan buruk di Gubuk Koi Parigi tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak pengunjung mengeluhkan pengalaman yang tidak menyenangkan di lokasi wisata tersebut, mulai dari pesanan yang lambat hingga sikap tidak profesional dari staf. Apakah ini tanda destinasi wisata ini butuh perombakan besar-besaran?

Beberapa pengunjung mengaku kecewa berat setelah jauh-jauh datang dari Kota Palu. "Kami sudah booking enam gubuk seminggu sebelumnya, tapi setiba di sana, kami justru terlantar," ungkap salah satu wisatawan, di akun FB Ramli BMS.

Mereka menghabiskan waktu hingga empat jam menunggu makanan, sementara anak-anak sudah kelaparan. Mirisnya, pengunjung yang datang belakangan justru dilayani lebih dulu. Situasi ini membuat mereka merasa tidak dihargai.

Masalah serupa juga dialami oleh Syukur Alghaisan, seorang pengunjung lain. "Kami pesan jus alpukat tanpa susu cokelat karena teman saya alergi. Tapi yang datang malah jus tanpa gula. Saat dikonfirmasi, stafnya justru menjawab dengan nada tinggi," keluhnya. Ketidakprofesionalan ini tidak hanya membuat kecewa, tetapi juga meninggalkan kesan buruk.

Baca Juga: 23 Tempat Wisata Parigi Moutong yang Mempesona: Menjelajahi Mutiara Khatulistiwa

Selain itu, beberapa pengunjung menyebut bahwa menu yang disajikan tidak sesuai dengan harga yang dibayarkan. "Harga mahal, tapi makanannya tidak enak. Kami pulang dengan rasa kecewa," komentar Erna Waty, salah satu pengunjung lainnya. Kritikan ini berulang kali muncul dalam komentar di media sosial, menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan.

Namun, ada juga pengunjung yang mengaku tidak mengalami masalah. "Kami dilayani dengan baik meskipun datang malam hari," kata Randhyka Rioeh. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman wisatawan bisa berbeda-beda. Meskipun demikian, dominasi keluhan negatif menunjukkan ada hal yang perlu diperbaiki.

Untuk tempat wisata yang ingin berkembang, kritik seharusnya dijadikan masukan. Pelayanan yang buruk tidak hanya merugikan pelanggan, tetapi juga membahayakan reputasi bisnis. Sebagai pengelola, penting untuk mendengarkan kritik dengan kepala dingin dan mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki situasi.

Jadi, apa langkah selanjutnya bagi Gubuk Koi Parigi? Banyak yang menyarankan perbaikan manajemen dan pelatihan bagi staf agar lebih profesional. Pengunjung juga berharap adanya transparansi dalam proses pemesanan dan penyajian makanan. Jika tidak, destinasi ini bisa kehilangan kepercayaan wisatawan.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Artikel Terkait

Terkini

Misteri Triliunan, Menguak Jejak Kekayaan Haji Isam

Rabu, 12 Februari 2025 | 18:29 WIB