Sulawesitoday - Kisah tiga pria, Abdelkader Harkassi, Abdallah Hernandez, dan Tariq Rodriguez, tak ubahnya romansa sejarah yang terulang kembali. Dengan menunggang kuda, mereka memacu langkah dari selatan Spanyol, menjelajah 8.000 kilometer, melintasi sepuluh negara, semata Demi Haji ke Tanah Suci.
Sebuah penjelajahan jiwa yang membangkitkan kembali jejak leluhur Muslim Andalusia.
Tujuh bulan lamanya tapal kuda berderap, dari Oktober 2024 hingga awal Juni 2025.
Perjalanan spiritual itu bak untaian doa panjang yang terangkai di daratan Spanyol, Prancis, Italia, Slovenia, Kroasia, Bosnia, Serbia, Turki, Suriah, dan Yordania, sebelum akhirnya menyentuh jazirah Arab Saudi.
Di belakang layar, Bouchaib Jadil, seorang kepala konstruksi yang mukim di Spanyol, setia mengiringi dengan dukungan logistik dan penunjuk jalan bermobil.
Niat tulus 3 pria itu berpucuk dari janji Abdallah Hernandez. Tiga setengah dekade silam, tatkala ia memeluk Islam, sebuah ikrar terucap: kelak berhaji dengan cara para leluhur Muslim Andalusia.
Kini, ikrar itu bersemi. Dua tahun mereka berlatih, menempa raga dan mental, hingga akhirnya bertolak dari Masjid Al-Monaster di selatan Spanyol.
Namun, bukan tanpa duri perjalanan panjang ini. Administrasi lintas negara menjadi salah satu rintangan terjal. Kuda, yang kini bukan lagi alat transportasi umum, mesti diperlakukan layaknya "hewan ternak" yang memerlukan izin impor di tiap perbatasan.
“Alhamdulillah, semua dokumen akhirnya bisa kami selesaikan,” ujar Hernandez, menyunggingkan senyum lega. Itu bukan sekadar perjalanan raga, tapi sebuah ziarah batin.
“Ini bukan hanya tentang menempuh jarak. Ini adalah perjalanan bagi jiwa,” imbuhnya.
Pada 2 Mei 2025, tapal kuda mereka menjejak perbatasan Yordania. Dan tak lama berselang, di awal Juni, kota Qurayyat, Provinsi Al-Jawf, Arab Saudi, menyambut hangat. Kepala Pusat Al-Haditha, Mamdouh Al-Mutairi, bersama masyarakat setempat, berebut mengabadikan momen langka ini.
“Kami telah lama memimpikan ini. Hati kami dipenuhi cinta dan harapan. Kami menjalani perjalanan ini dengan penuh rasa hormat dan kebahagiaan yang mendalam,” tutur salah satu dari mereka, matanya berkaca-kaca.
Baca Juga: Bukan Sekadar Inspeksi, Wabup Parigi Moutong Langsung Turun Tangan Urus Jembatan Vital di Sausu
Puncak haru pecah pada 4 Juni 2025. Sebuah unggahan di akun X (dulunya Twitter) @nouvelleaubefr memperlihatkan ketiganya telah tiba di Makkah.
Artikel Terkait
Dosen Pengacung Pistol Dinsos Gorontalo Serah Diri, Misteri Motif dan Jenis Pistol Belum Terkuak
Militer Israel Terobos Laut Internasional, Kapal Bantuan Gaza Dicegat Paksa
Viral di Medsos Pria Diduga Korban Hipnotis di Tengah Jalan Picu Kemacetan
Syiar Kurban WIZ Parigi, 1.000 Paket Daging Sapa Pelosok Negeri
Bukan Sekadar Inspeksi, Wabup Parigi Moutong Langsung Turun Tangan Urus Jembatan Vital di Sausu