• Senin, 20 Juli 2026

Jokowi Pilih Bungkam Soal Nasib Budi Arie, Akui Hak Prerogatif Prabowo Tak Terbantahkan

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Sabtu, 13 September 2025 | 05:03 WIB
Jokowi pilih sikap hati-hati tanggapi reshuffle Budi Arie Setiadi di Kabinet Merah Putih. Akui hak prerogatif Presiden Prabowo
Jokowi pilih sikap hati-hati tanggapi reshuffle Budi Arie Setiadi di Kabinet Merah Putih. Akui hak prerogatif Presiden Prabowo

Sulawesitoday - Mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo menunjukkan sikap sangat hati-hati. Menanggapi reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto. Terutama terkait pergantian Budi Arie Setiadi, sosok kunci di lingkaran relawan pendukungnya.

Dalam pertemuan singkat dengan wartawan di kediamannya, Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/9), Jokowi tampil dengan jawaban super singkat. "Itu sepenuhnya hak Pak Prabowo," ujar politisi berlatar belakang arsitek itu. Nada bicaranya tenang. Namun terkesan menjaga jarak dari polemik politik terkini.

Sikap defensif mantan Wali Kota Solo ini cukup mengejutkan pengamat. Pasalnya, Budi Arie bukan sembarang menteri. Ketua Umum Projo itu adalah arsitek kemenangan Jokowi pada Pilpres 2014. Relasi personal keduanya telah terjalin lebih dari satu dekade.

"Belum ada komunikasi khusus," lanjut Jokowi ketika ditanya soal kontak dengan mantan Menteri Koperasi dan UKM tersebut. Ia mengaku akan segera bertemu. Namun belum ada jadwal pasti. "Mungkin dalam waktu dekat," tambahnya sembari tersenyum tipis.

Pergantian Budi Arie oleh Ferry Juliantono dalam Kabinet Merah Putih memang mengundang tanya. Projo sebagai organisasi relawan terbesar era Jokowi kehilangan representasi langsung di pemerintahan. Hal ini berpotensi mengubah peta politik pasca-transisi kepemimpinan.

Reshuffle kali ini memang cukup masif. Lima nama besar ikut terkena dampak. Budi Gunawan dari kursi Menko Polhukam. Sri Mulyani dari jabatan Menteri Keuangan. Abdul Kadir Karding dari posisi Menteri Perlindungan Pekerja Migran. Hingga Dito Ariotedjo dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga.

Jokowi menegaskan tidak pernah diminta pendapat sebelum perombakan. "Saya juga sedang di Solo terus," katanya menepis dugaan adanya konsultasi politik. Penekanan ini seolah ingin menunjukkan jarak dari dinamika politik Jakarta.

Namun, pengamat politik melihat sikap Jokowi sebagai strategi politik matang. Di satu sisi, ia menghormati otoritas Presiden Prabowo. Di sisi lain, tetap menjaga hubungan dengan lingkaran loyalis seperti Budi Arie. Keseimbangan ini penting untuk menjaga pengaruh politik jangka panjang.

Hubungan Jokowi dan Budi Arie memang istimewa. Sejak 2014, Projo menjadi mesin politik handal. Organisasi ini berperan besar dalam dua kemenangan berturut-turut Jokowi. Kini, tanpa posisi formal di kabinet, masa depan Projo menjadi pertanyaan besar.

Dalam konteks politik Indonesia 2025, pergantian ini mencerminkan konsolidasi kekuasaan Prabowo. Presiden baru itu tampak ingin membangun tim kerja sepenuhnya sesuai visinya. Meski harus "mengorbankan" beberapa figur dari era sebelumnya.

Ke depan, dinamika hubungan Jokowi dan Budi Arie akan menjadi indikator penting. Apakah keduanya tetap solid dalam oposisi konstruktif? Ataukah ada perpecahan di internal kubu relawan Jokowi? Pertanyaan ini akan terjawab seiring berjalannya waktu.

Yang pasti, sikap hati-hati Jokowi menunjukkan kematangan politik seorang negarawan. Ia paham betul bahwa dalam permainan politik, timing adalah segalanya.

Baca Juga: Tersangka Penembakan Aktivis Pro Israel Charlie Kirk Ditangkap, Trump Konfirmasi Penahanan Pelakunya

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Artikel Terkait

Terkini