Sulawesitoday - Dini hari menjelma petaka. Kobaran api merah membubung tinggi dari sebuah kapal pengangkut solar asal Taliabo. Perairan Luwuk yang biasanya tenang berubah menjadi saksi bisu tragedi kemanusiaan, Sabtu (13/9/2025) pukul 01.00 WITA.
Musibah terjadi tepat di depan Desa Lumpoknyo. Lokasinya tak jauh dari Pelabuhan Pertamina Kilometer Dua yang ramai dilalui kapal-kapal pengangkut bahan bakar minyak. Lima jiwa berada di atas kapal saat api mulai melalap. Satu di antaranya tak sempat diselamatkan.
Tiga korban mengalami luka bakar serius. Mereka langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan intensif. Dua korban lainnya berhasil menyelamatkan diri tanpa cedera berarti. Namun trauma psikologis tentu tak bisa dihindari setelah menyaksikan rekan mereka terjebak dalam kobaran api.
-
Viral di Media Sosial, Warga Berduka
Kabar tragedi ini cepat menyebar melalui media sosial. Akun Salilimo Channel menjadi yang pertama membagikan informasi dengan detail yang cukup akurat. "Api sulit dipadamkan karena cepat menjalar di bagian kapal," tulis akun tersebut, disertai video amatir yang memperlihatkan besarnya kobaran api.
Wiranto Umar, salah satu netizen yang menyaksikan kejadian, hanya mampu mengungkapkan kesedihan mendalam. "Innalillahi, kapal terbakar," tulisnya singkat namun sarat makna. Komentar serupa berdatangan dari berbagai akun media sosial lainnya.
Nur Nur, warga yang turut prihatin, menuliskan doa tulus untuk para korban. "Kasihan sekali, semoga tidak ada lagi korban jiwa," ungkapnya dengan penuh empati. Sementara Vina Tanje mengaku sempat menyaksikan langsung dari kediamannya. "Tiga orang luka bakar, dua selamat, satu meninggal dunia," lapornya sebagai saksi mata.
-
Investigasi Berkelanjutan
Viral Luwuk II, akun lokal yang aktif memberitakan peristiwa di wilayah Banggai, turut mengkonfirmasi kejadian ini. Mereka menyebutkan kapal diduga mengangkut solar dan kebakaran terjadi di sekitar area Pelabuhan Pertamina Kilometer Dua. Korban yang selamat dengan luka bakar berhasil dievakuasi tepat waktu.
Hingga pukul 04.00 WITA, kobaran api masih terlihat menyala-nyala. Petugas pemadam kebakaran dan tim SAR bekerja keras memadamkan api yang terus membakar badan kapal. Asap hitam pekat membumbung tinggi, menciptakan pemandangan yang mengerikan bagi warga sekitar.
Pihak berwenang kini tengah menyelidiki penyebab pasti kebakaran ini. Apakah karena korsleting listrik, kebocoran bahan bakar, atau faktor lainnya, masih menjadi misteri yang harus diungkap. Investigasi menyeluruh diperlukan untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.
-
Refleksi Keselamatan Pelayaran BBM
Peristiwa ini kembali mengingatkan betapa rentannya sektor transportasi bahan bakar minyak di perairan Indonesia. Kapal-kapal pengangkut BBM yang melayani pulau-pulau terpencil seperti Taliabo memiliki risiko tinggi mengalami kecelakaan.
Standar keselamatan yang ketat mutlak diperlukan. Mulai dari perawatan mesin, sistem kelistrikan, hingga prosedur darurat harus dievaluasi secara berkala. Nyawa manusia terlalu berharga untuk dipertaruhkan demi kepentingan ekonomi semata.
Tragedi di perairan Luwuk ini bukan hanya sekadar berita. Ia adalah alarm keras bagi semua pihak terkait untuk lebih serius menangani keselamatan pelayaran, khususnya kapal pengangkut bahan bakar. Sebab di balik setiap statistik kecelakaan, terdapat keluarga yang kehilangan orang tercinta.
*Semoga arwah korban diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan untuk melewati masa duka ini.
Baca Juga: Jokowi Pilih Bungkam Soal Nasib Budi Arie, Akui Hak Prerogatif Prabowo Tak Terbantahkan
Artikel Terkait
Nasib 700 Nelayan Cilincing Terancam, PT KCN Tawarkan Kompensasi Tempat Pelelangan Ikan Terpadu
Mahfud MD Ramal Gelombang Reshuffle Kabinet Oktober 2025, Sebut Masih Ada Menteri Tak Layak
Bupati Parimo Ancam Pecat Kepala Sekolah Pelaku Pungli, Dinas Pendidikan Diminta Perketat Pengawasan
Tersangka Penembakan Aktivis Pro Israel Charlie Kirk Ditangkap, Trump Konfirmasi Penahanan Pelakunya
Jokowi Pilih Bungkam Soal Nasib Budi Arie, Akui Hak Prerogatif Prabowo Tak Terbantahkan