• Kamis, 4 Juni 2026

Kejutan Besar, Sukuna Berhasil Menaklukkan Gojo! Apa yang Sebenarnya Terjadi di Pertarungan Epik Ini?

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Selasa, 1 Oktober 2024 | 19:57 WIB
Sukuna berhasil mengalahkan Gojo dalam Jujutsu Kaisen! Bagaimana ini bisa terjadi, dan apa yang bisa kita pelajari dari pertarungan epik ini? (Muhammad Aqil Azizi)
Sukuna berhasil mengalahkan Gojo dalam Jujutsu Kaisen! Bagaimana ini bisa terjadi, dan apa yang bisa kita pelajari dari pertarungan epik ini? (Muhammad Aqil Azizi)

Sulawesitoday - Kalau kita bicara tentang anime atau manga, Jujutsu Kaisen pasti udah jadi perbincangan hangat. Siapa sih yang nggak tahu Gojo Satoru? Dikenal sebagai penyihir terkuat, rasanya mustahil ada yang bisa menjatuhkan dia. Tapi, siapa sangka, Sukuna, si Raja Kutukan, ternyata berhasil menebas Gojo. Ini kejadian yang bikin banyak penggemar nggak percaya dan bertanya-tanya: "Kok bisa?"

Jujur aja, pas pertama kali denger kabar ini, saya juga nggak nyangka. Gimana nggak, Gojo itu selalu digambarkan seolah-olah dia nggak terkalahkan. Selalu ada di puncak, dengan kekuatan Limitless dan teknik Six Eyes-nya yang kayak cheat dalam game. Tapi di pertarungan terakhir, Sukuna berhasil mematahkan dominasi itu. Ini tentu bukan hal kecil.

Baca Juga: Mengapa Jari Sukuna Dibiarkan di Ending Jujutsu Kaisen? Plot Twist atau Strategi Lainnya?

Fakta Penting di Balik Kekalahan Gojo

Ada banyak spekulasi soal gimana Sukuna bisa menebas Gojo. Salah satu teori yang banyak beredar adalah Sukuna memanfaatkan celah di teknik Limitless milik Gojo. Teknik ini memungkinkan Gojo untuk mengendalikan ruang dan jarak, tapi bukan berarti nggak punya kelemahan. Setiap teknik, sekuat apa pun, pasti ada limitasinya, dan Sukuna sepertinya berhasil menemukan cara untuk mengeksploitasi kelemahan itu.

Banyak fans yang menyebut bahwa Sukuna mungkin menggunakan Malevolent Shrine miliknya, yaitu Domain Expansion yang bahkan nggak perlu tutup ruang. Ini beda banget dengan Domain Expansion biasa yang butuh ruang tertutup. Sukuna cukup mengaktifkan, dan boom, efek serangannya langsung terasa. "Sukuna emang lebih licik dari yang kita kira," kata seorang penggemar di forum diskusi.

Bahkan, kalau kita lihat dari perspektif naratif, kekalahan Gojo mungkin perlu untuk mendorong plot ke level baru. Gojo udah lama jadi penyihir terkuat, dan di dunia anime, ketika seorang karakter terlalu kuat, seringkali mereka harus diberi tantangan yang lebih besar. Kekalahan Gojo ini mungkin jadi cara kreator untuk membuktikan bahwa nggak ada yang benar-benar tak terkalahkan.

Sukuna: Raja Kutukan yang Selalu Punya Rencana

Kita nggak bisa lupa bahwa Sukuna bukan cuma kuat, dia juga cerdas. Dari awal kemunculannya, dia selalu digambarkan sebagai sosok yang manipulatif dan penuh strategi. Jadi, ketika Sukuna berhasil menebas Gojo, itu nggak cuma soal kekuatan. Ada banyak strategi yang dipikirkan Sukuna sebelumnya. Ini bikin saya jadi ingat betapa seringnya dalam anime atau manga, karakter jahat bukan cuma menang karena mereka lebih kuat, tapi karena mereka lebih pintar dalam memainkan permainan panjang.

Gojo sendiri pernah berkata dalam salah satu episode, "Kekuatan bukan segalanya. Terkadang, kau perlu lebih dari itu." Mungkin itu ironi yang sekarang terjadi pada dirinya. Gojo mungkin kuat, tapi Sukuna adalah pemain yang berbeda—lebih sabar, lebih strategis, dan jauh lebih mematikan. Sukuna tahu kapan harus menyerang dan bagaimana menyerang.

Momen yang Mengejutkan: Apa Selanjutnya?

Kita juga nggak bisa lupakan reaksi para karakter lain setelah kekalahan Gojo. Ini beneran mengubah dinamika di dunia Jujutsu Kaisen. Setelah Gojo jatuh, siapa yang bisa menggantikannya? Apakah Yuuji Itadori, sang protagonis, bisa melangkah ke depan dan menjadi penyihir sekuat Gojo? Ini pertanyaan besar yang harus dijawab oleh cerita berikutnya.

Satu hal yang pasti, kekalahan Gojo bukan akhir dari segalanya. Sebaliknya, ini mungkin jadi awal dari sesuatu yang lebih besar. Kalau saya jadi kreator cerita ini, mungkin saya akan pakai momen ini untuk mengguncang dunia Jujutsu Kaisen lebih jauh. Tapi ya, ini cuma spekulasi saya. Siapa yang tahu apa yang direncanakan Gege Akutami, sang penulis?

Buat para penggemar yang merasa patah hati setelah kekalahan Gojo, saya paham banget. Saya sendiri juga merasa kehilangan karakter yang selama ini menjadi andalan. Tapi inilah bagian dari perjalanan dalam anime dan manga. Karakter favorit kita bisa kalah, tapi itu justru membuat cerita semakin menarik. Apa artinya menang kalau nggak ada momen kekalahan?

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Amplop Cokelat di Meja RT

Sabtu, 13 Desember 2025 | 18:25 WIB