teknologi

Alibaba Rilis Chip Xuantie C950, Gebrakan 5nm yang Siap Menantang Dominasi Nvidia

Kamis, 26 Maret 2026 | 18:36 WIB
Alibaba perkenalkan Xuantie C950, chip AI 5nm berbasis RISC-V yang 3x lebih cepat. Siap pimpin revolusi Agen AI dan tantang Vera Rubin milik Nvidia

Sulawesitoday - Publik tertegun melihat angka itu: 5 nanometer. Kecil sekali. Begitu halus. Tapi di dalam benda yang ukurannya lebih kecil dari kuku balita itu, Alibaba sedang menanamkan ambisi yang raksasa.

Namanya Xuantie C950.

Ini bukan sembarang prosesor. Ini adalah pernyataan sikap dari Hangzhou. Di tengah kepungan sanksi dan persaingan teknologi yang kian panas, Alibaba Cloud justru tancap gas. Mereka tidak lagi sekadar jualan barang di marketplace. Mereka kini jualan otak buatan.

Kekuatan RISC-V: Merdeka dari Lisensi

Apa yang membuat C950 ini istimewa? Bukan cuma kecepatannya yang mencapai 3,2 GHz. Bukan juga klaim bahwa ia tiga kali lebih kencang dibanding pendahulunya, C920.

Kuncinya ada pada satu kata: RISC-V.

Dulu, kalau mau bikin chip, orang harus sowan ke ARM atau Intel. Bayar lisensi. Mahal. Tapi RISC-V ini ibarat open source. Standar terbuka. Siapa saja boleh pakai, boleh modifikasi. Alibaba memilih jalan ini agar bisa menyesuaikan instruksi chip khusus untuk beban kerja AI (Artificial Intelligence) tanpa harus tercekik biaya royalti.

"Penting untuk pengembangan Agen AI," begitu kata mereka.

Agen AI ini adalah masa depan. Ia bukan sekadar chatbot yang pintar menjawab pertanyaan. Agen AI adalah sistem yang bisa bekerja sendiri, mengurus organisasi bisnis yang rumit, hingga membantu UKM (Usaha Kecil Menengah) berjalan secara otomatis. Alibaba sudah menyiapkan wadahnya: platform bernama Wukong.

Tantangan dari Vera Rubin

Tapi di seberang samudra, Jensen Huang tidak tinggal diam. Bos Nvidia itu baru saja memperkenalkan Vera Rubin. Nama yang diambil dari astronom legendaris Amerika.

Nvidia tetaplah Nvidia. Mereka tidak main-main. Platform Vera Rubin ini bukan cuma satu chip, tapi rangkaian enam chip sekaligus. Bayangkan, satu rak servernya bisa berisi 72 GPU dan 36 CPU terbaru.

Huang mengklaim Vera Rubin bisa melesat lima kali lipat lebih kencang untuk urusan chatbot skala besar. Bahkan, efisiensi pembuatan "token"—unit dasar dalam bahasa AI—bisa naik sampai 10 kali lipat.

Padahal, jumlah transistornya "hanya" naik 1,6 kali. Kok bisa? Itulah seninya arsitektur Nvidia. Mereka tidak lagi sekadar mengejar kepadatan komponen, tapi mengejar kejeniusan cara kerja sistem.

Halaman:

Tags

Terkini