• Minggu, 19 Juli 2026

Bukan Sekadar Gaya, Kacamata Pintar Ray-Ban Kini Sasar Pengguna Lensa Resep dan Silinder

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Minggu, 29 Maret 2026 | 17:34 WIB
Meta luncurkan kacamata pintar Ray-Ban khusus lensa resep (minus/silinder). Simak detail model 'Scriber' & 'Blazer' serta visi AI Mark Zuckerberg.
Meta luncurkan kacamata pintar Ray-Ban khusus lensa resep (minus/silinder). Simak detail model 'Scriber' & 'Blazer' serta visi AI Mark Zuckerberg.

Sulawesitoday - Mark Zuckerberg rupanya makin sadar diri. Bahwa tidak semua orang di dunia ini punya mata normal. Miliaran orang—termasuk mungkin Anda—setiap hari harus "mengganjal" mata dengan lensa. Entah karena minus, plus, atau silinder.

Selama ini, kacamata pintar seringkali terasa seperti gadget yang dipaksakan nempel di wajah. Keren, tapi ribet kalau harus ditumpuk dengan kacamata resep.

Nah, minggu depan, Meta Platforms Inc. akan bikin gebrakan baru. Bukan soal teknologi virtual reality yang bikin pusing itu. Bukan pula soal kacamata model baru yang bisa terbang.

Zuck—panggilan akrab bos Meta itu—ingin menyasar pasar yang sangat riil: pengguna kacamata resep.

Strategi "Scriber" dan "Blazer"

Kabar yang beredar, Meta bekerja sama lagi dengan EssilorLuxottica SA. Namanya tetap: Ray-Ban. Tapi kali ini beda. Kalau biasanya kacamata pintar itu didesain sebagai aksesori gaya hidup yang "kebetulan" bisa dipasang lensa resep, model baru ini justru dirancang dari awal untuk mereka yang butuh koreksi penglihatan.

Ada dua model yang disiapkan. Kodenya keren: Scriber dan Blazer. Satunya berbentuk pola persegi panjang, satunya lagi bulat. Klasik.

Yang menarik adalah cara jualnya. Meta tidak hanya akan memajang ini di toko gadget. Mereka akan masuk ke saluran kacamata resep tradisional. Ke optik-optik. Tempat di mana orang beneran datang untuk periksa mata, bukan cuma mau beli barang elektronik.

Zuck pernah bilang begini dalam sebuah panggilan konferensi:

"Sulit membayangkan dunia dalam beberapa tahun ke depan di mana sebagian besar kacamata yang dipakai orang bukanlah kacamata AI."

Kalimat itu bukan sekadar bualan. Bagi Zuck, kacamata adalah masa depan. Ponsel mungkin masih di saku, tapi mata harus sudah "terhubung".

Bukan Generasi Baru, Tapi Lebih "Membumi"

Perlu dicatat, ini bukanlah kacamata Ray-Ban generasi ketiga yang revolusioner. Ini lebih kepada diversifikasi produk. Meta ingin memastikan bahwa orang yang matanya minus 5 pun bisa merasa nyaman memakai kacamata pintar seharian. Tanpa merasa memakai beban berat di hidung.

Tahun lalu, Meta sukses besar dengan versi terbaru Ray-Ban mereka. Bahkan sudah ada yang pakai layar terintegrasi—Meta Ray-Ban Displays. Tapi pasar kacamata resep adalah "tambang emas" yang belum digarap maksimal.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini