Sulawesitoday - Ada emas di Parigi Moutong (Parimo). Banyak. Tapi statusnya masih "gelap": ilegal. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, rupanya tidak ingin membiarkan kegelapan itu terus berlangsung. Ia punya cara: legalkan.
Pernyataan itu meluncur saat ia meresmikan rumah produksi durian di Kecamatan Parigi Selatan, Jumat (27/3/2026). Sambil melihat potensi durian yang mendunia, sang Gubernur justru teringat harta karun yang terkubur di dalam tanah Parimo.
"Insyaallah emas ini akan saya legalkan. Supaya masyarakat punya mata pencaharian, dan lingkungannya bisa kita atur," ujar Anwar.
Logikanya sederhana. Khas pemikiran praktis. Selama ini, tambang ilegal sulit dikontrol karena berada di luar jangkauan regulasi. Akibatnya? Lingkungan rusak, tapi negara—dan masyarakat—tidak dapat apa-apa.
Bagi Anwar, legalitas adalah pintu masuk pengawasan. Jika sudah resmi, pemerintah punya tangan untuk mengatur bagaimana cara menambang yang benar.
"Kalau tambang emas masih ilegal, kita sulit mengaturnya. Jadi solusinya, kita legalkan dulu, baru kita awasi," tegasnya.
Memerangi Angka di Atas Kertas
Mengapa Anwar begitu menggebu-gebu soal emas ini? Jawabannya ada pada data. Parimo sedang tidak baik-baik saja secara statistik. Kabupaten ini tercatat memegang rekor yang tidak membanggakan: jumlah penduduk miskin terbanyak di Sulawesi Tengah.
Bukan itu saja. Data di kantong Gubernur menunjukkan Parimo juga juara untuk urusan rumah tidak layak huni.
"Parimo ini menjadi pekerjaan berat bagi saya. Angka kemiskinan tertinggi di Sulteng ada di Parimo. Semua sudah saya cek," bebernya.
Emas, dalam visi Anwar, bukan sekadar logam mulia. Ia adalah alat tukar untuk kemiskinan. Dengan melegalkan tambang, lapangan kerja akan terbuka lebar secara formal. Masyarakat punya penghasilan tetap, angka kemiskinan pun diharapkan meluncur turun.
Targetnya jelas: mengubah "beban" menjadi "berkah". Melalui legalisasi, emas Parimo tidak lagi hanya dinikmati segelintir orang dalam sembunyi-sembunyi, tapi menjadi tumpuan hidup orang banyak secara terang benderang.
"Saya berharap lapangan kerja terbuka, masyarakat mendapatkan penghasilan, sehingga kita bisa menekan angka kemiskinan," pungkasnya.
Hidup Terancam Pahit, Penambang Pohuwato Bingung Jual Emas di Tengah Larangan PETI
Artikel Terkait
Gubernur Anwar Hafid Goda Investor Tiongkok dengan 6 Sektor Strategis, Sulteng Makin Diminati Asing
Gubernur Anwar Hafid Pimpin Kepala Daerah Sulteng ke KPK, Perkuat Ikrar Bersama Berantas Korupsi
Job Fair Sulteng 2025, Harapan Gubernur Anwar Hafid Terjawab: 96 Persen Pencari Kerja Berasal dari Anak Daerah
Mimpi Listrik Menyala di Morowali, Gubernur Anwar Hafid Resmikan Proyek Bersejarah
Gubernur Anwar Hafid Menggugat Warisan Kekuasannya Sendiri