Sulawesitoday - Lonjakan jumlah Satuan Pelayanan Program Gizi di Kabupaten Parigi Moutong memicu ancaman serius terhadap ketersediaan stok telur dan daging ayam lokal.
Saat ini sudah ada 22 unit lembaga pangan itu terbentuk dan sebagian besar telah beroperasi aktif melayani kebutuhan masyarakat.
Pemerintah daerah memproyeksikan ancaman kelangkaan bahan baku lauk pauk akan benar-benar terjadi jika jumlah unit lembaga pangan melonjak hingga mencapai 50 unit.
Lonjakan unit operasional tersebut otomatis mengerek angka permintaan pasokan protein hewani secara drastis dalam waktu singkat.
Baca Juga: Pengelola Gizi Parigi Moutong Jawab Tantangan Program Makanan Gratis Lewat Inovasi Bahan Lokal
"Kebutuhan telur dan daging ayam diperkirakan akan meningkat drastis, ini harus diantisipasi sejak sekarang agar tidak menimbulkan persoalan baru," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sofiana.
Guna meredam dampak krisis pasokan, pemerintah daerah langsung bergerak cepat menyusun strategi penyelamatan pangan lewat sektor hulu.
Dinas Ketahanan Pangan mulai membagikan bantuan bibit tanaman cepat panen seperti rica, terong, dan tomat kepada warga.
Baca Juga: Kemenkum Sulteng Guyur Anggaran Tambahan Bantuan Hukum Warga Miskin
Masyarakat bisa menanam bantuan bibit gratis memanfaatkan area pekarangan rumah maupun lahan kosong milik kelompok tani.
Pemerintah juga membuka kesempatan luas bagi kelompok dasawisma hingga penggerak PKK tingkat desa untuk mengajukan permohonan bantuan bibit tanaman.
Langkah taktis penanaman mandiri diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus menopang pasokan program makan bergizi gratis.
Artikel Terkait
Polisi Sisir Dugaan Tambang Emas Ilegal Maleali, Hanya Temukan Camp Kosong
Bupati Majene Ingatkan Kedaulatan Digital Anak di Upacara Harkitnas
Mangrove Parigi Moutong Dikepung Ancaman, Pemda Ajak Warga Keroyok Perbaikan
Kemenkum Sulteng Guyur Anggaran Tambahan Bantuan Hukum Warga Miskin
Pengelola Gizi Parigi Moutong Jawab Tantangan Program Makanan Gratis Lewat Inovasi Bahan Lokal