Sulawesitoday - Harapan itu bukan lagi sekadar buncah di dada. Data terbaru menunjukkan: mayoritas pencari kerja di Job Fair Sulawesi Tengah (Sulteng) 2025 adalah anak-anak daerah. Lebih dari 96 persen pendaftar adalah warga asli Sulteng. Seolah, itu jawaban atas tantangan keras Gubernur Anwar Hafid.
Acara akbar ini digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah selama tiga hari, dimulai tanggal 4 Agustus. Bertempat di Auditorium Utama Untad Palu, Job Fair ini jadi panggung bagi 50 perusahaan terkemuka.
Sebut saja nama-nama besar seperti PT IMIP, PT GNI, dan PT BTIIG. Semuanya membuka kesempatan kerja.
Masih teringat jelas ultimatum sang Gubernur.
Ia tegas berucap saat membuka acara: “Saya tidak ingin kegiatan ini hanya menjadi seremonial tahunan. Kalau dari hasil Job Fair ini, justru sebagian besar yang diterima bukan ber-KTP Sulawesi Tengah, maka tahun depan saya tidak akan hadir lagi. Kita harus pastikan rakyat kita sendiri yang merasakan manfaatnya.” Kalimat itu bukan gertakan kosong. Ia menyematkan rasa keadilan.
Kini, secercah harapan telah terlihat. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulteng, Drs. Arnold Firdaus, M.T., membuka datanya pada Selasa (12/8/2025) sore.
"Lowongan kerja dibuka 2.285 orang," katanya. Total ada 50 perusahaan membutuhkan tenaga kerja, baik secara virtual maupun luring. Pendaftar yang terdata mencapai 16.999 orang.
Arnold merincikan, pendaftar laki-laki 9.348 orang (55 persen). Sedangkan pendaftar perempuan 7.651 orang (45 persen). Data penting lainnya, lanjutnya, adalah asal daerah para pencari kerja. Jumlahnya 96,3 persen dari Sulteng. Hanya 3,7 persen pendaftar berasal dari luar provinsi.
“Itu pendaftar berdasarkan wilayah kabupaten dan kota yang ada di Sulawesi Tengah,” urai Arnold Firdaus. Pendaftar dari Kota Palu mendominasi dengan 45,04 persen. Diikuti Sigi (10%), Donggala (10,07%), dan Parigi Moutong (8,9%). Wilayah lainnya juga turut berpartisipasi, seperti Poso, Tojo Una-Una, Banggai, hingga Buol.
Lantas, berapa yang sudah diterima? Arnold Firdaus mengaku belum dapat memastikan. "Data tersebut belum kami terima," ungkapnya.
Pihaknya menargetkan, data penerimaan dari 50 perusahaan baru bisa didapatkan pada akhir bulan September 2025. Ia pun berharap, tingginya pendaftar asal Sulawesi Tengah dapat berbanding lurus dengan jumlah yang diterima.
Pencari kerja masih harus menjalani serangkaian tes lanjutan. Mulai dari wawancara, veririkasi berkas, hingga Medical Chek Up.
"Kita berharap pencari kerja asal Sulawesi Tengah diterima," tutupnya. Harapan itu kini di tangan perusahaan.
Baca Juga: Tersangka Aksi Anarkis di PT IMIP Bertambah, Polres Morowali Tetapkan Tiga Orang
Artikel Terkait
Satresnarkoba Parigi Moutong Sita 48 Gram Sabu Jaringan Poso-Palu, Kurir Ditangkap
Aliran Dana Skandal Kuota Haji Era Yaqut Disidik, KPK Segera Tetapkan Tersangka dari Kemenag dan Agen Travel
OJK Ganti Nama Pinjol Jadi Pindar, Ungkap Fakta Ironis Soal Manfaat dan Jebakan Utang Konsumtif
KPK Sebut Potensi Kerugian Negara Kasus Kuota Haji Era Menag Yaqut Tembus Rp1 Triliun
Tersangka Aksi Anarkis di PT IMIP Bertambah, Polres Morowali Tetapkan Tiga Orang