• Selasa, 21 Juli 2026

Gubernur Anwar Hafid Pimpin Kepala Daerah Sulteng ke KPK, Perkuat Ikrar Bersama Berantas Korupsi

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 7 Agustus 2025 | 20:16 WIB
Gubernur Anwar Hafid bawa kepala daerah Sulteng temui KPK, jalin komitmen antikorupsi.
Gubernur Anwar Hafid bawa kepala daerah Sulteng temui KPK, jalin komitmen antikorupsi.

Sulawesitoday - Rombongan kepala daerah dari Sulawesi Tengah bertamu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka di pimpin langsung Gubernur Anwar Hafid. Kehadiran para bupati, wali kota, dan ketua DPRD itu bukan tanpa sebab. Mereka datang membaur, mendengarkan sebuah "pencerahan" dari pimpinan KPK. Sebuah sesi yang di balut nuansa emosional, menyentil nurani para pejabat yang barangkali terlupa.
Pertemuan itu dilangsungkan pada Rabu, 6 Agustus 2025, di gedung KPK, Jakarta. Agendanya adalah sosialisasi dan komitmen penyelarasan aksi pemberantasan korupsi. Anwar Hafid dalam tulisannya di media sosial menegaskan, ini adalah ikhtiar nyata. "Kami ingin memastikan bahwa tata kelola pemerintahan di Sulawesi Tengah berjalan bersih, transparan, dan bertanggung jawab," tulisnya. Pernyataan yang ringkas dan tegas, melukiskan niat baik yang membentang dari pusat hingga ke pelosok daerah.
Namun, bukan hanya komitmen formal yang di ucapkan. Sentuhan personal yang menyayat datang dari Jhohanis Tanak, pimpinan KPK yang kebetulan mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng. Dengan nada yang memilukan, dia menyapa para pemimpin itu. "Saya malu kalau daerah saya banyak korupsi. Rapat ini diadakan karena rasa sayang kami terhadap bapak-ibu sekalian," katanya. Sebuah pengakuan yang tajam, di utarakan bukan dengan amarah melainkan kepedulian yang mendalam.
Jhohanis lantas mengingatkan, alat KPK kian canggih. Tidak ada yang bisa disembunyikan. Korupsi tak hanya soal pengadaan barang dan jasa, tapi juga merajalela di pelayanan publik. Ia lantas mengajak para pejabat untuk kembali membaca sumpah jabatan. Kalimat-kalimat sakral yang mungkin hanya menjadi formalitas di awal. "Bacalah kembali sumpah jabatan," desaknya. Minta setiap pegawai mengulanginya. Agar sadar betul beratnya beban tugas. Ia juga berjanji, pendidikan anti korupsi akan di mulai dari sekolah dasar.
Inilah sinergi yang di harapkan. Anwar Hafid, dengan langkahnya ini, tidak hanya membawa komitmen politik. Ia membawa harapan. Harapan akan birokrasi yang berintegritas. Harapan akan tata kelola pemerintahan yang bersih. Ikhtiar ini, adalah pondasi utama pembangunan. Sebab di atas pondasi yang kokoh, Sulawesi Tengah bisa tumbuh dan bermartabat. Sebuah penutup yang kuat, di tengah desiran angin perubahan.

Baca Juga: Gubernur Anwar Hafid Pimpin Kepala Daerah Sulteng ke KPK, Perkuat Ikrar Bersama Berantas Korupsi

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini