Sulawesitoday - Dunia sedang panas. Bukan hanya karena politik, tapi memang suhunya yang makin "ndak masuk akal." Kita semua tahu obatnya: AC. Air Conditioner. Tapi obat ini punya efek samping yang mengerikan bagi bumi. Freon, atau istilah kerennya Hydrofluorocarbons (HFC), itu jahat untuk ozon.
Maka, ketika saya mendengar kabar dari Lawrence Berkeley National Laboratory di University of California, saya langsung bergairah. Para peneliti di sana—salah satunya Drew Lilley yang cerdas itu—menemukan cara mendinginkan ruangan tanpa freon.
Nama metodenya: Siklus Ionokalori.
Es, Garam, dan Logika Sederhana
Cara kerja AC selama ini sebenarnya membosankan. Begitu-begitu saja. Cairan penyerap panas diubah jadi gas, lalu dipompa, dikondensasikan lagi jadi cair. Begitu terus. Mutar-mutar. Masalahnya, cairan itu kimiawi banget.
Peneliti di Berkeley ini pakai logika tukang es puter di Jawa.
Anda tahu bagaimana cara membuat es puter tetap membeku? Garam. Ya, garam ditaburkan ke es batu. Garam itu membuat titik leleh es turun. Es mencair tanpa perlu suhu naik. Saat es mencair itulah, ia menyerap panas dari sekitarnya dengan sangat rakus. Lingkungan jadi dingin.
Prinsip itulah yang ditarik ke laboratorium. Mereka tidak pakai es dan garam dapur biasa. Mereka pakai material yang lebih canggih: Etilena Karbonat.
Kenapa Etilena Karbonat?
Ini yang bikin saya geleng-geleng kepala. Cairan ini biasanya dipakai untuk baterai lithium-ion. Bahan bakunya? Karbon dioksida.
Bayangkan: kita mengambil polusi (CO2), mengubahnya jadi bahan pendingin, lalu memakainya untuk mendinginkan ruangan. Ini bukan lagi zero emission (nol emisi). Ini sudah masuk level negative emission. Kita membersihkan bumi sambil bikin kamar kita adem. Luar biasa.
Hanya 1 Volt!
Dulu, orang skeptis. Apa bisa "mencairkan" material secara elektrik tanpa bikin tagihan listrik meledak?
Jawabannya: Bisa.
Artikel Terkait
Lampu Hijau Teheran, Kapal Tanker Pertamina Segera Bebas dari Selat Hormuz
Hormuz Memanas, Indonesia hingga Filipina Berebut Pasokan Minyak Rusia
Jurus Gubernur Anwar Soal Tambang Emas di Parigi Moutong: Legalkan Dulu, Atur Kemudian
Lebaran Ketupat Bantaya, Pesan Damai Bupati Erwin Burase dan Perang Lawan Narkoba
Bupati Majene Larut dalam Doa 40 Hari Ibunda Ketua Komisi II, Simbol Harmonisasi Daerah