Dalam uji coba mereka, tim Berkeley menggunakan garam dari yodium dan natrium. Hasilnya mengejutkan. Hanya dengan memberi tegangan (charge) sebesar 1 volt, mereka berhasil mengubah temperatur hingga 25 derajat Celcius.
Satu volt itu kecil sekali. Baterai jam dinding saja 1,5 volt. Artinya, efisiensinya gila-gilaan.
Update Terbaru 2025: Garam Nitrat
Tentu, penelitian tidak berhenti di yodium. Masuk ke tahun 2025, para peneliti menemukan "bumbu" yang lebih paten. Ternyata, garam berbasis nitrat jauh lebih efisien untuk menarik panas dari ruangan.
Garam nitrat ini membuat siklus ionokalori menjadi lebih stabil dan cepat. Sekarang, mereka sedang berkeringat (mumpung belum ada AC ionokalori) untuk membuat sistem ini bisa diproduksi massal secara komersial.
Masa Depan Tanpa Freon
Saya membayangkan, beberapa tahun ke depan, unit AC di rumah Anda tidak lagi berisi gas beracun yang kalau bocor bikin lapisan langit bolong. Isinya mungkin hanya tangki kecil berisi material padat dan larutan garam nitrat.
Begitu sakelar ditekan, ion-ion bergerak, material mencair, panas diserap, dan wuss... udara dingin keluar. Murah, aman, dan bumi tetap hijau.
Indonesia harusnya melirik ini. Kita punya matahari yang berlimpah, tapi kita juga punya kebutuhan pendingin yang luar biasa besar. Kalau kita bisa mengadopsi teknologi ionokalori ini lebih cepat, kita tidak hanya menyelamatkan kantong dari tagihan listrik, tapi juga menyelamatkan masa depan cucu kita.
Dunia memang harus berubah. Dan perubahan itu seringkali datang dari hal sederhana: cara kita memandang es dan garam.
Begitulah.
Jalur Pejalan Kaki Ber-AC di Abu Dhabi Jadi Inspirasi Global
Artikel Terkait
Lampu Hijau Teheran, Kapal Tanker Pertamina Segera Bebas dari Selat Hormuz
Hormuz Memanas, Indonesia hingga Filipina Berebut Pasokan Minyak Rusia
Jurus Gubernur Anwar Soal Tambang Emas di Parigi Moutong: Legalkan Dulu, Atur Kemudian
Lebaran Ketupat Bantaya, Pesan Damai Bupati Erwin Burase dan Perang Lawan Narkoba
Bupati Majene Larut dalam Doa 40 Hari Ibunda Ketua Komisi II, Simbol Harmonisasi Daerah