Sulawesitoday - Ada yang beda di Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Sabtu kemarin. Udara pesisir Teluk Tomini terasa lebih sejuk oleh aroma janur. Bukan sekadar janur. Tapi janur yang membungkus doa dan persaudaraan: Lebaran Ketupat 1447 Hijriah.
Warga tumpah ruah. Di sana ada pejabat. Ada tokoh agama. Ada pemuda. Ada pula wartawan. Semuanya melebur. Tidak ada kasta di depan meja panjang yang menyajikan hidangan khas warga Gorontalo itu.
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, hadir di sana. Wajahnya sumringah. Ia melihat sesuatu yang lebih besar dari sekadar makan-makan. Ia melihat modal sosial yang mahal harganya: Persatuan.
Gerakan Pemuda Tugu Perdamaian
Gengsi acara ini naik kelas karena inisiatornya. Siapa lagi kalau bukan anak-anak muda yang menamakan diri Pemuda Tugu Perdamaian. Nama yang berat, tapi dibuktikan dengan kerja nyata yang ringan namun berkesan.
"Ini bukan sekadar tradisi. Ini simbol kebersamaan dan kepedulian sosial," ujar Bupati Erwin saat memberikan sambutan.
Bagi Erwin, Lebaran Ketupat di Bantaya adalah potret kecil Indonesia. Ada nilai kesederhanaan di sana. Ada rasa syukur yang mendalam. Dan yang paling penting: ada momentum saling memaafkan yang tulus.
Tradisi ini memang berakar kuat pada warga Gorontalo yang sudah lama bermukim di Bantaya. Namun, pesannya melampaui sekat suku. Ia menjadi perekat ukhuwah bagi siapa saja yang menginjakkan kaki di bumi Parigi Moutong.
Sentilan Narkoba di Balik Keramaian
Namun, di tengah suasana hangat itu, Bupati Erwin tidak ingin warga terlena. Ia menyelipkan pesan yang menohok. Tajam.
Parigi Moutong sedang tidak baik-baik saja soal satu hal: Narkoba. Wilayah ini masuk zona rawan peredaran barang haram tersebut di Sulawesi Tengah.
“Kita semua punya tanggung jawab memutus mata rantai itu,” tegasnya.
Ia menoleh ke arah barisan pemuda. Di pundak merekalah harapan diletakkan. Erwin sadar betul, tanpa benteng iman dan kegiatan positif—seperti Lebaran Ketupat ini—generasi muda bisa tergelincir.
"Katakan tidak pada narkoba. Isi waktu dengan hal positif," tambahnya dengan nada serius.
Artikel Terkait
Ingin Rehat dari IG? Ini Cara Mudah Hapus Akun Instagram Sementara atau Selamanya
Pekerja Tewas di Karung, Anleg Safri Minta Gubernur Sulteng Tegas Sanksi PT Heng Jaya
Lampu Hijau Teheran, Kapal Tanker Pertamina Segera Bebas dari Selat Hormuz
Hormuz Memanas, Indonesia hingga Filipina Berebut Pasokan Minyak Rusia
Jurus Gubernur Anwar Soal Tambang Emas di Parigi Moutong: Legalkan Dulu, Atur Kemudian