teknologi

Google Tingkatkan Keamanan Android: 2,3 Juta Aplikasi Berbahaya Diblokir di Play Store

Minggu, 2 Februari 2025 | 21:39 WIB
Google blokir 2,3 juta aplikasi dan 158.000 akun developer di 2024 untuk cegah penyebaran aplikasi berbahaya.

Sulawesitoday - Google telah melakukan langkah tegas dengan memblokir lebih dari 2,3 juta aplikasi Android di Play Store sepanjang tahun 2024. Kebijakan ini diberlakukan demi menjaga keamanan dan melindungi pengguna dari risiko yang ditimbulkan aplikasi berbahaya.

Google juga menindak 158.000 akun developer yang mencoba mendistribusikan aplikasi berbahaya seperti malware dan spyware. Data ini menunjukkan betapa seriusnya upaya Google dalam mengawasi ekosistem aplikasi.

Tingkat pemblokiran tahun 2024 menunjukkan kenaikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Di tahun 2023, jumlah aplikasi yang diblokir mencapai 2,2 juta dengan 333.000 akun developer terlibat. Sementara itu, tahun 2022 mencatat angka 1,5 juta aplikasi dan 173.000 akun developer yang ditindak.

Apa penyebab lonjakan ini? Salah satunya adalah peningkatan penggunaan tinjauan manusia yang didukung AI. Saat ini, lebih dari 92% tinjauan untuk mendeteksi aplikasi berbahaya menggunakan kecerdasan buatan. Teknologi ini memungkinkan Google mengambil tindakan lebih cepat dan tepat.

Tak hanya memblokir, Google juga mencegah 1,3 juta aplikasi mendapatkan akses berlebihan yang dapat mengancam data pengguna. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga keamanan informasi pribadi.

Google Play Protect, sistem keamanan default di Android, juga mengalami pembaruan signifikan. Sistem ini kini mampu memberikan perlindungan real-time terhadap aplikasi berbahaya, penipuan, hingga aplikasi yang diinstal dari sumber di luar Play Store. Setiap hari, Play Protect memindai lebih dari 200 miliar aplikasi untuk menjaga ekosistem agar tetap bersih.

Baca Juga: Komdigi Dorong Aturan Baru: Melindungi Anak di Dunia Digital dengan Batasan Usia YouTube

Selain itu, pemindaian massal yang dilakukan telah berhasil mengidentifikasi lebih dari 13 juta aplikasi malware baru yang berasal dari luar Play Store. Perkembangan ini menjadi sinyal bahwa keamanan digital harus selalu diperkuat.

Fitur keamanan terbaru Google pun sudah meluas ke lebih banyak negara. Awalnya diluncurkan di Singapura, kini teknologi untuk memblokir instalasi APK bermasalah sudah hadir di Brasil, Hong Kong, India, Kenya, Nigeria, Filipina, Afrika Selatan, Thailand, dan Vietnam. Perkembangan ini membuktikan komitmen Google dalam menyediakan lingkungan digital yang aman secara global.

Walaupun teknologi Google semakin canggih, kita sebagai pengguna harus tetap waspada. Pastikan hanya mengunduh aplikasi dari developer terpercaya. Jangan lupa untuk selalu aktifkan Google Play Protect agar perlindungan maksimal dapat dirasakan.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.

Tags

Terkini