“Kongres ini akan membicarakan isu-isu suku laut serta peluang kerja sama untuk melestarikan tradisi bahari,” ungkap Atqa.
Yang menarik, misi ini juga bertujuan untuk membawa tradisi maritim Sandeq dan Bajau ke panggung internasional dengan mengusulkannya sebagai warisan budaya tak benda UNESCO. Namun, tantangannya bukan hanya pada pelayaran itu sendiri. Dokumentasi dan diplomasi di tingkat internasional membutuhkan upaya lebih besar, yang mungkin tidak selalu berjalan mulus.
Artikel Terkait
Kisah Haru Siswa SD Papua, Baju Sobek dan Tangisan di Kelas Viral
Heboh Dua Mobil dengan Plat Nomor Identik Isi BBM di SPBU Boyolali, Netizen Curiga Ada Praktik Penimbunan
Viral di TikTok Anak Broken Home Berjuang Merawat Adik di Tengah Keterbatasan
Hebat atau Berisiko? Ibu Hamil Ini Menyetir 26 KM Demi Hindari Bahaya
Hoaks dan Fitnah Jelang Pilkada, Tim BERAMAL Serukan Aksi Cepat Polda Sulteng