Sulawesitoday - Warga Parigi Moutong patungan memperbaiki jalan raya. Aksi nyata ini merupakan puncak kekecewaan publik terhadap kelalaian pemerintah daerah setempat.
Janji politik bupati dan dewan dinilai omong kosong. "Semua komitmen manis mereka hanya bertahan saat masa kampanye pemilu saja," kata Anto selaku warga setempat.
Kerusakan infrastruktur kota kian meresahkan pengendara. Gotong royong terpaksa dilakukan demi mencegah kecelakaan lalu lintas pada lokasi Kelurahan Loji.
Dana perbaikan jalan berasal dari kantong masyarakat. Warga mengumpulkan dana secara sukarela untuk membeli material penambal lubang sepanjang sepuluh meter.
Baca Juga: Warga Resah, Nama Andri Gultom Disebut-sebut Jadi Jembatan Pengusaha Tambang Ilegal di Alo'o
Lokasi ini merupakan akses utama mobilitas harian. Ruas Jalan Ki Hajar Dewantoro selalu ramai dilewati kendaraan meskipun kondisinya sekarang sangat memprihatinkan.
Wajah ibu kota Parigi Moutong dinilai kian semrawut. Kondisi infrastruktur wilayah ini dirasa lebih buruk jika dibandingkan dengan periode kepemimpinan sebelumnya.
Kritik terbuka kini mengarah tajam pada wakil rakyat. Masyarakat kecewa karena para pejabat hanya datang meminta suara tanpa memberikan timbal balik pembangunan nyata.
Publik menuntut langkah perbaikan permanen secepatnya. "Pemerintah wajib merawat jalan agar warga tidak kehilangan kepercayaan," tegas Anto mengakhiri penjelasan.
Artikel Terkait
Himpitan Ekonomi Memaksa Warga Kota Jayapura Berburu Emas Liar di Saluran Drainase Kota
Viral Isu Koperasi Desa Merah Putih Tutup, Kepala Bakom Buka Data Penghematan Rp33 Triliun
Gelar Aksi Besok, Aliansi Peduli Morowali Tuntut Transparansi Hibah Rp75,5 Miliar dan Tolak Tambang Bungku Tengah
Fokus pada Anggaran dan Tambang, Simak 10 Poin Gugatan Aliansi Peduli Morowali
Warga Resah, Nama Andri Gultom Disebut-sebut Jadi Jembatan Pengusaha Tambang Ilegal di Alo'o