Integritas warga Nusa Tenggara Timur menyelamatkan stok pangan negara dari aksi penjarahan pascagempa M7,7.
"Stok logistik di dalam gudang tetap utuh dan aman tanpa ada aksi penjarahan pada Sabtu, 15 Agustus 2026," kata petugas lapangan Perum Bulog di Manggarai.
Warga memilih tertib. Mereka menjaga beras eceran yang berserakan di luar bangunan runtuh.
Aksi simpati mengalir deras. Masyarakat luas memuji kedewasaan sikap warga daerah terdampak musibah.
Gempa menghancurkan fasilitas. Bangunan penyimpan beras cabang Ruteng mengalami kerusakan fisik cukup parah.
Logistik bencana terjamin aman. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan stok pangan wilayah aman.
Baca Juga: Nenek 84 Tahun Selamat Usai 80 Jam Tertimbun Gempa NTT di Sikka
"Beras aman, tidak masalah karena kondisi di sana kering tanpa hujan pada Senin, 17 Agustus 2026," kata Ahmad Rizal Ramdhani.
Survei teknis langsung berjalan. Tim khusus memeriksa kelayakan struktur bangunan yang terdampak guncangan hebat.
Langkah preventif wajib jalan. Perbaikan fasilitas mencegah risiko keruntuhan susulan yang membahayakan jiwa pekerja.
Karyawan selamat dari bahaya. Tidak ada laporan korban jiwa dari jajaran staf operasional lapangan.
"Alhamdulillah seluruh karyawan Bulog sehat walafiat tanpa kerugian personel pada Senin, 17 Agustus 2026," kata Ahmad Rizal Ramdhani.
Penyaluran bantuan terus berjalan. Distribusi logistik darurat siap menjangkau seluruh korban bencana alam.
Artikel Terkait
Prabowo Belum ke NTT, Istana Ungkap Prioritaskan Penanganan Korban Bencana
Kabut Asap Tebal Selimuti Kalimantan Tengah, Warga Waspadai Bencana Karhutla 2015 Silam
Diduga Ada Pemalsuan SKPT di Balik Kasus Lahan Budel, Seret Nama Wabup Parigi Moutong H Abdul Sahid
Gempa Susulan Mag 5,1 Picu Longsor di Pulau Palue Sikka NTT
Nenek 84 Tahun Selamat Usai 80 Jam Tertimbun Gempa NTT di Sikka