Jalur utama Kota Banjarbaru lumpuh tersapu paparan kabut asap pekat. Pengendara terpaksa menghentikan laju kendaraan akibat jarak pandang yang merosot drastis hingga rentang lima meter.
"Kabut asap ini sangat pekat pada Rabu, 19 Agustus 2026," kata Kepala Dinas Pertanian Kalsel Syamsir Rahman. Pihaknya mengonfirmasi paparan asap terparah mengepung kawasan Kecamatan Landasan Ulin hingga batas Kabupaten Tanah Laut.
Ancaman kecelakaan lalu lintas meningkat tajam sejak pagi hari. Para pengguna jalan terpaksa menyalakan lampu utama demi membelah kepekatan asap di sepanjang jalan.
"Warga Banjarmasin pakai masker, ini sudah bahaya," imbau Syamsir Rahman. Paparan emisi karhutla mulai mengancam saluran pernapasan warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Baca Juga: Kabut Asap Tebal Selimuti Kalimantan Tengah, Warga Waspadai Bencana Karhutla 2015 Silam
Krisis kualitas udara kini mencapai level mengkhawatirkan. Partikel mikro dari lahan terbakar terus mengendap di area permukiman warga.
Kondisi lapangan menunjukkan penurunan drastis keselamatan berkendara. Risiko benturan antar kendaraan mengintai para pengguna jalan yang melintas.
"Ini sudah parah kabutnya," kata salah satu pengguna jalan Herman pada Rabu, 19 Agustus 2026. Laju kendaraan terpaksa diperlambat total demi mengantisipasi bahaya kecelakaan fatal.
Jaringan transportasi antarkota menderita dampak paling berat. Kepulan asap tebal mengisolasi akses utama penghubung Banjarbaru dan Banjarmasin.
Ancaman ISPA mengintai ribuan warga setiap hari. Ketersediaan alat pelindung diri menjadi kebutuhan mendesak bagi para pekerja lapangan.
"Efeknya ke kesehatan kami pengguna jalan," ujar Herman pada Rabu, 19 Agustus 2026. Masyarakat mendesak ketegasan otoritas untuk memadamkan titik api sebelum korban berjatuhan.
Artikel Terkait
Kabut Asap Tebal Selimuti Kalimantan Tengah, Warga Waspadai Bencana Karhutla 2015 Silam
Diduga Ada Pemalsuan SKPT di Balik Kasus Lahan Budel, Seret Nama Wabup Parigi Moutong H Abdul Sahid
Gempa Susulan Mag 5,1 Picu Longsor di Pulau Palue Sikka NTT
Nenek 84 Tahun Selamat Usai 80 Jam Tertimbun Gempa NTT di Sikka
Teladan Warga NTT Jaga Stok Beras Bulog Pascagempa M7,7 Tanpa Penjarahan