Guncangan gempa bumi besar menyisakan retakan masif pada formasi karang tua di dasar laut Taman Nasional Komodo.
"Video amatir penyelam merekam fenomena terbelahnya karang di spot Police Corner pascagempa M7,7," terlihat dalam unggahan video akun @MaiDive saat mengunggah visual kerusakan ekosistem bawah laut Flores, Kamis 20 Agustus 2026.
Kawasan wisata bahari unggulan Nusa Tenggara Timur ini mengalami perubahan struktur batuan vulkanik secara drastis.
Celah memanjang membelah spot penyelaman populer akibat pergeseran batuan dasar laut.
Rentetan gempa susulan terus mengguncang wilayah perairan Flores hingga mencapai ribuan kali kejadian.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat ribuan guncangan susulan usai gempa utama.
Baca Juga: Emak-emak dan Bayi Pengungsi Gempa NTT Teriak Minta Bantuan, Pemerintah Klaim Kirim 253 Ton Logistik
"Monitoring kami mencatat ada 4.084 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar M6,2," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto pada 21 Agustus 2026.
Aktivitas pergerakan sesar naik di laut utara Flores menjadi pemicu utama gempa dangkal.
Fenomena geologi ini dikenal sebagai dampak dari aktivitas aktif Flores Back-Arc Thrust.
Gempa susulan terbaru berpusat di laut pada jarak 41 kilometer timur laut Nagekeo.
Getaran gempa skala II MMI ikut dirasakan warga hingga kawasan pariwisata Labuan Bajo.
Masyarakat dan pelaku wisata bahari diminta tetap tenang menghadapi potensi fenomena alam susulan.
"Masyarakat harus menghindari bangunan retak serta tidak terpengaruh isu liar yang beredar," tutur Wijayanto.
Artikel Terkait
Pengungsi Berhamburan Keluar Tenda Saat Gempa Susulan Mag 5,7 Guncang Manggarai NTT
Emak-emak dan Bayi Pengungsi Gempa NTT Teriak Minta Bantuan, Pemerintah Klaim Kirim 253 Ton Logistik
Kebakaran Lahan Kalimantan Sentuh 32 Ribu Hektare, Kalbar Terparah
Kasus Keracunan Makan Gratis Terus Terjadi, Saatnya Dapur Besar Dipecah dan Ekonomi Rakyat Dihidupkan
Puluhan Siswa dan Balita di Banggai Kepulauan Keracunan Makanan MBG