• Kamis, 20 Agustus 2026

Emak-emak dan Bayi Pengungsi Gempa NTT Teriak Minta Bantuan, Pemerintah Klaim Kirim 253 Ton Logistik

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:17 WIB
Ibu dan bayi pengungsi gempa NTT memohon bantuan makanan, obat dan air bersih saat pemerintah menyalurkan 253 ton logistik pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Ibu dan bayi pengungsi gempa NTT memohon bantuan makanan, obat dan air bersih saat pemerintah menyalurkan 253 ton logistik pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Suara jerit pengungsi gempa Nusa Tenggara Timur menembus dinding tenda darurat. Seorang emak-emak mendekap bayinya rapat-rapat saat bersuara kebutuhan makanan, air bersih dan obat-obatan.

"Kami mohon dengan sangat bantuan segera dikirimkan ke sini," kata penyintas gempa NTT melalui unggahan akun Instagram @216bora_ pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Kondisi lapangan berbanding terbalik dengan laporan resmi pemerintah. Sejumlah pejabat negara dituding lambat merespons krisis kemanusiaan di lokasi bencana.

Bantuan medis sangat mendesak. Bayi dan balita di pengungsian berisiko tinggi terserang penyakit.

Pemerintah klaim telah bergerak cepat. Distribusi logistik skala besar terus didorong ke wilayah terdampak gempa bumi.

Baca Juga: Pengungsi Berhamburan Keluar Tenda Saat Gempa Susulan Mag 5,7 Guncang Manggarai NTT

"Hari kelima pascabencana tanggal 19 Agustus 2026 jam 4 pagi kembali diberangkatkan lima pesawat menuju NTT," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Armada udara mengangkut puluhan ton barang. Makanan pokok serta tenda darurat menjadi prioritas utama pengiriman.

Dua titik posko utama beroperasi penuh. Wilayah Labuan Bajo dan Maumere menjadi pusat kendali penyaluran bantuan.

Proses evakuasi menghadapi tantangan berat. Jalur darat menuju wilayah terisolasi masih tertutup material longsor.

Masyarakat menanti aksi nyata pejabat di lapangan. Keselamatan jiwa para penyintas bergantung pada kecepatan distribusi logistik saat ini.

"Total bantuan yang terangkut sejak hari pertama hingga saat ini mencapai 253 ton logistik," kata Teddy Indra Wijaya pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini