Suara jerit pengungsi gempa Nusa Tenggara Timur menembus dinding tenda darurat. Seorang emak-emak mendekap bayinya rapat-rapat saat bersuara kebutuhan makanan, air bersih dan obat-obatan.
"Kami mohon dengan sangat bantuan segera dikirimkan ke sini," kata penyintas gempa NTT melalui unggahan akun Instagram @216bora_ pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Kondisi lapangan berbanding terbalik dengan laporan resmi pemerintah. Sejumlah pejabat negara dituding lambat merespons krisis kemanusiaan di lokasi bencana.
Bantuan medis sangat mendesak. Bayi dan balita di pengungsian berisiko tinggi terserang penyakit.
Pemerintah klaim telah bergerak cepat. Distribusi logistik skala besar terus didorong ke wilayah terdampak gempa bumi.
Baca Juga: Pengungsi Berhamburan Keluar Tenda Saat Gempa Susulan Mag 5,7 Guncang Manggarai NTT
"Hari kelima pascabencana tanggal 19 Agustus 2026 jam 4 pagi kembali diberangkatkan lima pesawat menuju NTT," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Armada udara mengangkut puluhan ton barang. Makanan pokok serta tenda darurat menjadi prioritas utama pengiriman.
Dua titik posko utama beroperasi penuh. Wilayah Labuan Bajo dan Maumere menjadi pusat kendali penyaluran bantuan.
Proses evakuasi menghadapi tantangan berat. Jalur darat menuju wilayah terisolasi masih tertutup material longsor.
Masyarakat menanti aksi nyata pejabat di lapangan. Keselamatan jiwa para penyintas bergantung pada kecepatan distribusi logistik saat ini.
"Total bantuan yang terangkut sejak hari pertama hingga saat ini mencapai 253 ton logistik," kata Teddy Indra Wijaya pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Artikel Terkait
Karhutla Banjarbaru Kalsel Makin Parah Pengendara Terancam Jarak Pandang 5 Meter
Antrean Panjang di SPBU Kota Palu, Warga Buru Pertalite Hingga Malam
Sesar Naik Flores Pemicu Ribuan Gempa Susulan di NTT, Warga Panik
Kontras Bantuan Gempa NTT, Pemerintah Kirim 253 Ton Tapi Warga Minim Logistik
Pengungsi Berhamburan Keluar Tenda Saat Gempa Susulan Mag 5,7 Guncang Manggarai NTT