• Jumat, 3 Juli 2026

Apakah asteroid 33 polyhymnia mengungkap rahasia unsur super berat di luar tabel periodik kimia?

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Sabtu, 30 Desember 2023 | 14:36 WIB
Ilustrasi sebuah asteroid berbentuk tengkorak manusia yang terbang melintasi Bumi pada tanggal 31 Oktober 2015. Foto: tangkap layar JA Penas/SINC
Ilustrasi sebuah asteroid berbentuk tengkorak manusia yang terbang melintasi Bumi pada tanggal 31 Oktober 2015. Foto: tangkap layar JA Penas/SINC

Sulawesitoday - Astronom mendapati misteri baru di alam semesta dengan penemuan asteroid 33 Polyhymnia, sebuah benda langit berdiameter 55 kilometer yang menyimpan rahasia kepadatan luar biasa di luar nalar.

Dilansir dari Space, penelitian mendalam mengungkapkan bahwa asteroid ini, selain dimensi fisiknya yang mencolok, juga membawa unsur misterius yang hingga saat ini belum ditemukan dalam tabel periodik kimia yang kita kenal.

Para astronom yang terlibat dalam penelitian ini percaya bahwa Polyhymnia memiliki kepadatan lebih tinggi daripada osmium, unsur alam terpadat di Bumi. Fenomena ini menjadikan Polyhymnia sebagai representasi dari apa yang disebut para ahli sebagai Compact Ultra Dense Object (CUDO), objek ultra padat kompak.

Menariknya, fisikawan teoretis berhasil mengidentifikasi kemungkinan unsur yang terdapat dalam asteroid ini. Dengan menggunakan model atom yang dikenal sebagai model Thomas-Fermi, peneliti menyimpulkan bahwa Polyhymnia mungkin mengandung unsur super berat dengan nomor atom melebihi 164.

Sebuah terobosan signifikan, mengingat unsur terberat yang kita kenal saat ini memiliki nomor atom 118, yaitu oganesson.

Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa unsur dengan nomor atom mendekati 164 akan memiliki kepadatan antara 36 hingga 68,4 gram per sentimeter kubik. Rentang ini secara mencolok mendekati kepadatan yang diukur pada 33 Polyhymnia, yakni sekitar 75,28 gram per sentimeter kubik.

Penemuan ini membuka pintu pertanyaan seputar batas kemungkinan pengembangan tabel periodik kimia.

Para peneliti berspekulasi bahwa nomor atom di atas 164 mungkin menciptakan apa yang disebut sebagai "pulau kestabilan," tempat unsur-unsur dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama, bahkan cukup lama untuk meninggalkan jejak pada asteroid seperti Polyhymnia.

Meskipun tantangan besar dihadapi ketika menangani unsur dengan nomor atom yang semakin tinggi, fisikawan optimis bahwa pulau kestabilan dapat menjadi kunci untuk memahami unsur-unsur di luar batas konvensional tabel periodik.

Penelitian ini, yang secara rinci dijelaskan dalam publikasi The European Physical Journal Plus pada 15 September, memperluas wawasan kita tentang kompleksitas alam semesta dan memicu pertanyaan mendalam tentang stabilitas unsur-unsur di tingkat atomik yang lebih tinggi.

Baca juga: Senjata menakutkan Rusia: Lima sistem tempur membuat Ukraina, Amerika, dan Sekutu ketar-ketir

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini