View this post on Instagram
Sulawesitoday - Kabupaten Cirebon kini menghadapi lonjakan signifikan jumlah warga yang mengadu nasib ke luar negeri. BRI Peduli langsung bergerak mengintervensi fenomena sosial ini lewat program inkubasi kewirausahaan terpadu bagi purna pekerja migran. Langkah strategis itu diambil guna membangun benteng pertahanan ekonomi keluarga agar eks pekerja luar negeri mampu berdikari di kampung halaman sendiri.
"Program pemberdayaan purna pekerja migran dirancang untuk membekali keterampilan guna membangun ketahanan ekonomi melalui pengembangan usaha di dalam negeri," ujar Corporate Secretary BRI Dhanny.
Intervensi ini menyasar 60 purna pekerja migran di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon. Mereka mendapatkan bekal kelas manajemen produksi, pemetaan pasar lokal, hingga kurikulum penguatan mental bisnis. Pendekatan edukasi menitikberatkan pada pemanfaatan remitansi sebagai modal produktif berkelanjutan, bukan sekadar dana konsumtif musiman.
Baca Juga: Ahli Waris Nasabah KUR BRI Parigi Terima Santunan Kematian Rp42 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan
Langkah ini krusial mengingat Jawa Barat memegang porsi 21,93 persen dari total pasokan pekerja migran nasional. Kabupaten Cirebon sendiri mencatat lonjakan pengiriman pekerja sebesar 15,51 persen dalam setahun terakhir. Transformasi dari pekerja upahan menjadi pemilik usaha dinilai sebagai jalan keluar paling realistis untuk menekan laju migrasi berulang.
Para peserta mendapatkan pendampingan intensif dari para mentor bisnis yang berpengalaman luas. Proses monitoring berkala diterapkan guna memastikan unit usaha baru terhindar dari risiko gulung tikar dini. Pola pembinaan berkelanjutan ini diadopsi demi menciptakan ekosistem bisnis mikro daerah yang tangguh serta berdaya saing tinggi.
Manfaat program dirasakan langsung oleh Tanipa, purna pekerja migran asal Desa Bungko Lor yang pernah bekerja di tiga negara berbeda. Dirinya mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai pengelolaan keuangan komersial setelah mengikuti rangkaian pelatihan.
"Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan purna pekerja migran dalam mengembangkan usaha," tegas Tanipa.
Artikel Terkait
Upaya DPRD Parigi Moutong Kunci Celah Mafia BBM, Mengapa Barcode Solar di Parigi Moutong Harus Ikut Kalender Tanam?
Menjadi Sorotan DPRD Parigi Moutong, Ini Cara Hitung Kebutuhan Solar Alsintan Biar Pas Kuota Subsidi
Resmi Dibuka, GSI SMP 2026 Parigi Moutong Jadi Wadah Pembinaan Karakter Atlet Sepak Bola
Parigi Moutong Ajukan 7 Program Strategis ke Bappenas untuk Sinkronisasi Pusat-Daerah
Hanya 9 Hari, Ketua Pansus Arman Lawaha Pacu Target LHP BPK Parigi Moutong