Sulawesitoday - Eka Fitriyani Wulandari harus bertaruh nyawa menembus ombak laut demi mengantar layanan perbankan ke wilayah terpencil Sulawesi Tengah. Perempuan berusia 34 tahun ini rutin mengarungi lautan menuju Pulau Bungin, Bakalan, dan Bulungkobit demi mendampingi nasabah mikro.
"Saya harus naik kapal dan perahu dengan fasilitas seadanya," kata Eka.
Tantangan lapangan sangat berat. Infrastruktur kelistrikan yang minim membuat komunikasi dengan para nelayan serta petani kelapa sering terputus.
Tugas Eka mencakup banyak hal. Pekerjaannya meliputi penyaluran kredit modal usaha hingga pembinaan Agen BRILink di wilayah perbatasan.
Baca Juga: BRI Peduli Berdayakan Purna Pekerja Migran Cirebon Guna Membangun Ketahanan Ekonomi Lokal
Ibu muda ini memikul beban ganda. Sembari menunaikan tugas berat di tengah laut, ia terpaksa meninggalkan anaknya yang baru berumur tiga tahun.
"Bekerjalah dengan hati agar tugas seberat apa pun tidak terasa beban," ujar Eka.
Aktivitas ini mendapat apresiasi tinggi. Manajemen pusat menilai perjuangan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara melalui layanan keuangan di wilayah terluar.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyatakan dedikasi ini merupakan representasi nyata para mantri di kawasan terdepan. Pihaknya berkomitmen terus mendorong inklusi keuangan hingga ke pelosok nusantara.
Artikel Terkait
Menjadi Sorotan DPRD Parigi Moutong, Ini Cara Hitung Kebutuhan Solar Alsintan Biar Pas Kuota Subsidi
Resmi Dibuka, GSI SMP 2026 Parigi Moutong Jadi Wadah Pembinaan Karakter Atlet Sepak Bola
Parigi Moutong Ajukan 7 Program Strategis ke Bappenas untuk Sinkronisasi Pusat-Daerah
Hanya 9 Hari, Ketua Pansus Arman Lawaha Pacu Target LHP BPK Parigi Moutong
BRI Peduli Berdayakan Purna Pekerja Migran Cirebon Guna Membangun Ketahanan Ekonomi Lokal