Sulawesitoday - Dalam sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Physical Review D pada 29 November lalu, para ilmuwan dari Institut Astronomi dan Astrofisika Kavli di Universitas Peking telah mengusulkan konsep revolusioner yang bisa mengubah pandangan kita terhadap lubang hitam.
Mereka mencoba menjawab pertanyaan seputar bagaimana lubang hitam dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk kehidupan manusia.
Para peneliti, yang dipimpin oleh Zhan Feng Mai, seorang peneliti pascadoktoral, mengemukakan dua metode potensial untuk menggunakan lubang hitam sebagai sumber energi di masa depan.
Dalam skenario pertama, mereka merinci proses penyuntikan partikel masif bermuatan listrik ke dalam lubang hitam, yang pada akhirnya akan menciptakan medan listrik yang dapat dianggap sebagai "baterai lubang hitam."
"Baterai lubang hitam mengubah energi massa partikel menjadi energi muatan," menurut Mai.
Penelitian ini memperkirakan efisiensi baterai lubang hitam mencapai 25 persen, menjadikannya 250 kali lebih efisien dibandingkan bom atom.
Metode kedua yang diusulkan adalah menggunakan proses superradiance. Proses ini berdasarkan teori bahwa ruang-waktu dapat terseret oleh rotasi lubang hitam, memungkinkan pengekstrakan energi melalui gelombang gravitasi atau elektromagnetik yang ikut terseret.
Selain itu, para ilmuwan juga mempertimbangkan metode lain yang melibatkan pasangan Schwinger, di mana partikel berpasangan, seperti elektron dan positron, terbentuk secara spontan di dekat lubang hitam yang bermuatan.
Dengan gaya tolak-menolak, positron dapat dilepaskan dan diambil sebagai sumber energi.
Mai menyatakan bahwa, meskipun ini hanyalah konsep teoretis, mereka melihat lubang hitam sebagai tempat di mana mekanika kuantum dan gravitasi dapat bersatu.
Daniele Faccio, seorang fisikawan di Universitas Glasgow, menyoroti pentingnya melihat lubang hitam dari perspektif pertambangan energi untuk lebih memahami fenomena ini.
Namun, Mai mengakui bahwa keberhasilan implementasi konsep ini masih menjadi tanda tanya besar. Meskipun begitu, upaya ini tetap memberikan inspirasi bagi ilmuwan untuk terus menjelajahi potensi lubang hitam sebagai sumber energi alternatif yang mungkin dapat membawa dampak positif pada masa depan manusia.
Baca juga: Kapten James Cook saksikan langit bergoyang: Gerhana matahari cincin di tahun 1777