• Jumat, 3 Juli 2026

Rahasia Terpecahkan! Mengapa Permukaan Es Begitu Licin?

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Selasa, 9 Januari 2024 | 07:02 WIB
Danau es Siberian. Foto: tangkap layar unsplash
Danau es Siberian. Foto: tangkap layar unsplash

Sulawesitoday - Dalam dinginnya musim salju, kita sering kali dihadapkan pada kejadian menegangkan saat berjalan di atas es. Tiba-tiba, kita merosot tanpa dapat mengendalikan langkah.

Tetapi, apakah Anda pernah bertanya-tanya mengapa permukaan es begitu licin? Mari kita coba ungkap misteri ini dengan pandangan yang lebih mendalam.

  1. Teori Lama yang Tidak Masuk Akal


Sejak dulu, kita mungkin mendengar bahwa es menjadi licin karena titik lelehnya turun pada tekanan tinggi atau karena panas yang dihasilkan oleh gesekan membentuk lapisan air.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa teori-teori ini mungkin sudah usang. Ahli fisika, Daniel Bonn dari Universitas Amsterdam, menegaskan bahwa teori lapisan air tidak masuk akal. Hanya selapis air tidak cukup membuat es begitu licin seperti yang kita alami.

  1. Molekul "Ekstra" yang Menciptakan Keajaiban Licin


Dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Chemical Physics, bersaudara Mischa dan Daniel Bonn menemukan jawaban baru terkait kelembutan permukaan es.

Mereka menemukan bahwa bukan lapisan air cair yang membuat es licin, melainkan molekul air yang lepas. Mischa Bonn menggambarkan permukaan es sebagai "lantai dansa yang diisi dengan kelereng." Tergelincir di atas es seakan-akan "berguling" di atas kelereng molekuler ini.

  1. Struktur Kristal Es yang Membuatnya Unik


Es memiliki struktur kristal yang sangat teratur, di mana setiap molekul air terikat pada tiga molekul lainnya. Namun, molekul-molekul di permukaan es hanya dapat menempel pada dua molekul lainnya.

Ikatan yang lemah memungkinkan molekul-molekul ini berjatuhan dan bergerak bebas di permukaan es, menciptakan efek licin yang kita kenal.

  1. Es Licin, Bukan karena Suhu Rendah


Menariknya, kelembutan es tidak sepenuhnya tergantung pada suhu rendah. Menurut Martin Truffer, seorang profesor fisika di Universitas Alaska Fairbanks, suhu untuk kelicinan maksimum es adalah sekitar minus 7 derajat Celsius.

Pada suhu ini, molekul-molekul di permukaan memiliki energi yang cukup untuk menciptakan efek licin yang kita kenal.

  1. Hubungan Emosional dengan Es


Perlu diingat bahwa keunikan es licin tidak hanya terletak pada sifat fisiknya, tetapi juga pada hubungan emosional kita dengannya.

Suhu, tekanan, dan molekul-molekul yang bekerja bersama menciptakan fenomena yang membuat kita berdebar-debar setiap kali melangkah di atasnya.

Jadi, rahasia di balik kelembutan permukaan es yang licin telah terungkap! Dengan pemahaman baru ini, kita dapat melangkah dengan lebih yakin dan menghargai keajaiban ilmu pengetahuan di balik setiap langkah kita di atas es yang mempesona.

Baca juga:Misteri Kucing vs Anjing: Siapa Sebenarnya yang Memiliki Kendali?

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini