• Sabtu, 4 Juli 2026

Kecelakaan Truk di Pelabuhan Jangkar, Nasib Selamat Berkat Mukjizat, Tapi Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Jumat, 20 September 2024 | 22:03 WIB
Kecelakaan truk di Situbondo mengingatkan kita tentang pentingnya keselamatan berkendara dan SOP yang lebih ketat bagi kendaraan berat. (Amirullah)
Kecelakaan truk di Situbondo mengingatkan kita tentang pentingnya keselamatan berkendara dan SOP yang lebih ketat bagi kendaraan berat. (Amirullah)

 

Sulawesitoday - Saat itu, di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jumat, 20 September 2024, detik-detik mengerikan nyaris merenggut nyawa. Sebuah truk besar yang bermuatan semen dan bahan bangunan lainnya meluncur mundur tanpa kendali. Bayangkan, monster baja yang berat itu berguling ke belakang, mengancam keselamatan orang-orang di sekitar. Salah satu korban yang hampir terkena dampaknya adalah sebuah mobil minibus putih—untung saja, mukjizat menyelamatkan semua penumpang.

Namun, meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan dari publik. Salah satu komentar netizen yang paling menohok adalah, "Truk jarang di-service + kelebihan muatan paket komplit." Sebuah paket komplit yang tragis, di mana keselamatan publik dipertaruhkan.

Banyak yang bertanya, bagaimana nasib bapak yang tampak berada di sekitar truk itu? Apakah dia selamat? Jawaban ini mungkin hanya akan terungkap seiring waktu, tapi ketakutan dan trauma yang ditimbulkan tidak bisa diabaikan.

Baca Juga: Viral Netizen Minta Polisi Bertindak soal Konflik Agraria di Takalar Usai Warga Polongbangkeng Hadang Aktivitas Ilegal PTPN

Kejadian ini memang sulit dilupakan, apalagi ketika kita melihat video yang beredar di media sosial, memperlihatkan bagaimana truk itu seolah tak terkendali, menghantam mobil putih yang berada tepat di belakangnya. Komentar netizen lain menambah keprihatinan, "Tolong SOP keselamatannya direvisi lagi untuk mobil muatan yang berlebih dan biasakan selalu cek kelayakan rem sebelum bertugas mengantarkan barang."

Dan itu masuk akal, kan? Sebagus apa pun rem truk, jika muatannya berlebihan, hukum gravitasi dan fisika tetap berlaku. Netizen lain pun sepakat, "Bukan rem blong itu, tapi kelebihan muatan... Sebagus apa pun rem-nya, kalau muatan berat begitu, mana ada rem yang kuat." Pernyataan ini memicu diskusi tentang bagaimana standar operasional keamanan transportasi barang sering kali diabaikan oleh banyak pengemudi atau pemilik truk.

Lalu, siapa yang bertanggung jawab dalam situasi ini? Apakah ada pihak yang akan mengganti rugi mobil putih yang menjadi korban? Pertanyaan ini bergema di kalangan warganet, yang tidak hanya peduli pada kerusakan kendaraan, tetapi juga masa depan pengelolaan keselamatan jalan di Indonesia. Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya pengawasan terhadap kelayakan kendaraan yang melintas di jalanan, terutama kendaraan berat seperti truk yang membawa muatan besar.

Banyak warganet yang sepakat, bahwa tanggung jawab tidak hanya terletak pada pengemudi saja. "Keselamatan berkendara bukan hanya tanggung jawab pengemudi, tetapi juga pemilik kendaraan dan pihak terkait," ungkap salah satu komentar yang mendapatkan banyak respons positif.

Memang benar, kondisi kendaraan yang buruk, jarang diservis, atau kelebihan muatan, adalah bom waktu yang siap meledak kapan saja di jalanan.

Mungkin inilah saatnya bagi pemerintah atau pihak terkait untuk meninjau ulang regulasi mengenai kapasitas dan perawatan truk, terutama yang membawa muatan berat. Kecelakaan seperti ini bukan kali pertama terjadi, dan jika tidak ada tindakan serius, bukan tidak mungkin kejadian yang lebih tragis akan terulang.

Di sisi lain, netizen juga menyoroti pentingnya edukasi bagi pengemudi tentang pentingnya memeriksa kondisi rem sebelum mulai perjalanan. Ini seharusnya menjadi bagian dari kebiasaan standar, tapi sayangnya, banyak yang mengabaikannya. "Biasakan selalu cek kelayakan rem sebelum bertugas mengantarkan barang," seru salah satu netizen, yang menggarisbawahi urgensi masalah ini.

Kejadian ini memberi kita pelajaran berharga tentang betapa rapuhnya keselamatan di jalan jika diabaikan. Dengan memperbaiki SOP keselamatan, dan memastikan setiap kendaraan berat layak jalan, kita bisa mencegah hal-hal yang lebih buruk terjadi di masa depan.

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Artikel Terkait

Terkini