Sulawesitoday - Aroma kongkalikong menyeruak dari balik deru alat berat di kawasan Mentawa Desa Sausu Torono Kabupaten Parigi Moutong.
Operasi pemusnahan fasilitas tambang emas liar oleh Polda Sulawesi Tengah seolah tidak berbekas.
Bisnis hitam ini justru melebar hingga ke Desa Maleali.
Wakapolsek Sausu Ipda Nur Kamiden kini menjadi sorotan publik.
Baca Juga: Diduga Milik Oknum Polisi, Video Ungkap Tambang Emas Liar Sausu Torono Masih Garuk Bumi Malam Ini
Perwira pertama ini diterpa isu miring karena diduga membentengi aktivitas tambang ilegal kelolaan pria bernama Edi Jaya.
Uang setoran rutin ditengarai mengalir ke kantong oknum aparat demi kelancaran operasi ekskavator di lapangan.
Warga setempat mulai menyuarakan keresahan mereka.
"Kami heran ekskavator meraung-raung setiap hari merusak lahan perkebunan tapi tidak ada tindakan," kata seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Aliran air bersih kini berganti kubangan lumpur pekat akibat pengerukan tanah secara masif.
Petani di hilir sungai Sausu terancam gagal panen karena sawah mereka dialiri air yang tercemar.
Baca Juga: Menanti Ketegasan Aparat di Kubangan Emas Sausu Torono
Kondisi ini memicu keputusasaan mendalam bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
"Kalau aparat yang digaji dari uang rakyat malah menjaga perusak lingkungan, lalu kepada siapa lagi kami harus mengadu," ujar seorang petani yang minta identitasnya dirahasiakan, dengan nada getir.