Sulawesitoday - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong resmi mengamankan komitmen intervensi anggaran dan program dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia guna memodernisasi sektor hilir serta hulu pertanian di wilayah tersebut pada Kamis (2/7/2026). Langkah taktis ini tercapai setelah Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, melakukan pertemuan kerja langsung dengan Wakil Menteri Pertanian RI, Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., M.B.A., di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta. Audiensi ini dilakukan untuk mengatasi stagnasi produktivitas akibat keterbatasan alat mesin pertanian dan infrastruktur pengairan di daerah setempat.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Erwin Burase didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Parigi Moutong, Dadan Priatna Jaya, serta Anggota DPRD Parigi Moutong, Faisan Badja. Kehadiran delegasi ini bertujuan mempercepat verifikasi teknis usulan daerah agar langsung masuk ke dalam skema penganggaran pusat.
3 Program Prioritas Parigi Moutong yang Disetujui Kementan
Pemkab Parigi Moutong menyodorkan dokumen usulan teknis yang berfokus pada tiga sektor vital. Sektor-sektor ini dinilai menjadi penghambat utama optimalisasi lahan pertanian di bumi Songu Lara Mombangu. Berikut adalah rincian tiga program prioritas yang langsung mendapatkan lampu hijau dari Kementerian Pertanian:
Modernisasi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan): Pengadaan paket alsintan traktor roda empat, mesin pemanen (combine harvester), dan alat tanam modern untuk memangkas biaya operasional produksi petani lokal.
Rehabilitasi Infrastruktur Irigasi: Peningkatan jaringan irigasi tersier dan pembangunan sarana pengairan komunal pada titik-titik rawan kekeringan di sentra produksi padi.
Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM): Pelatihan intensif dan pendampingan lapangan bagi kelompok tani untuk penerapan teknologi budidaya pertanian modern guna mendongkrak hasil tonase per hektare.
Baca Juga: Parigi Moutong Ajukan 7 Program Strategis ke Bappenas untuk Sinkronisasi Pusat-Daerah
Bukti Lapangan dan Komitmen Keberlanjutan Sektor Pertanian
Langkah "jemput bola" ini diambil berdasarkan data evaluasi lapangan yang menunjukkan perlunya akselerasi mekanisasi guna mengejar target swasembada pangan. Sinergi pusat dan daerah ini diproyeksikan mengubah tata kelola pertanian tradisional Parigi Moutong menjadi ekosistem yang kompetitif dan berkelanjutan.
"Selama masih ada kesempatan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Parigi Moutong, khususnya para petani, kami akan terus membangun komunikasi dan bersinergi dengan pemerintah pusat. Harapan kami, berbagai program yang diusulkan dapat segera direalisasikan demi meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, seusai pertemuan.
Merespons usulan tersebut, Wakil Menteri Pertanian Dr. Sudaryono menegaskan bahwa Parigi Moutong memegang status strategis dalam peta ketahanan pangan nasional. Kementan berkomitmen mengawal penuh realisasi usulan program tersebut agar eksekusi di lapangan berjalan tepat sasaran.