Sulawesitoday - Bank Indonesia menggelontorkan uang layak edar Rp12,24 miliar ke wilayah terpencil Sulawesi Tengah. Anggaran Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ini melonjak 16 persen demi menjangkau lima wilayah kepulauan terluar.
"Sinergi pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan TNI Angkatan Laut menjadi kunci keberhasilan penyediaan layanan kas," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Mohammad Irfan Sukarna saat pelepasan ekspedisi di Pelabuhan Kelas III Parigi, Selasa, 7 Juli 2026.
Distribusi uang menyasar lima pulau. Wilayah tujuan mencakup Wakai, Walea, Salakan, Banggai, dan Bokan.
Akses perbankan kepulauan masih terbatas. Kehadiran tim ekspedisi membantu warga mendapatkan uang layak edar dan menukarkan uang rusak.
Baca Juga: Cara Tukar Uang Baru BI via PINTAR, Limit Rp5,3 Juta - Pasti Beres dan Terjamin!
Kebutuhan uang tunai tetap tinggi. Masyarakat pulau belum sepenuhnya beralih ke sistem pembayaran digital.
"Bank Indonesia terus memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap uang Rupiah yang layak edar," kata Mohammad Irfan Sukarna menambahkan.
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menghadiri pelepasan. Kehadiran kepala daerah menjadi komitmen nyata mendukung pemerataan ekonomi di pelosok.
TNI Angkatan Laut mengawal ketat perjalanan. Kapal perang armada laut mengangkut 15 pegawai bank sentral dari berbagai kantor perwakilan.