• Selasa, 7 Juli 2026

Krisis Layanan Kesehatan Parigi Moutong Disorot, Anggota DPRD Arifin Daeng Palalo Protes Pemda

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 6 Juli 2026 | 16:26 WIB
Anggota DPRD Parigi Moutong Arifin Daeng Palalo mengkritik keras Bupati yang absen rapat paripurna di tengah krisis layanan kesehatan fatal.
Anggota DPRD Parigi Moutong Arifin Daeng Palalo mengkritik keras Bupati yang absen rapat paripurna di tengah krisis layanan kesehatan fatal.

Sulawesitoday - Krisis pelayanan kesehatan di Kabupaten Parigi Moutong memicu protes keras dari parlemen. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Parigi Moutong Arifin Daeng Palalo mengecam kelalaian fatal administrasi yang menyebabkan nyawa warga melayang saat proses rujukan medis.

"Ketika kami menyampaikan apa yang menjadi keluhan masyarakat, seharusnya Bupati hadir dan mendengarkan secara langsung," tegas Arifin saat ditemui usai Rapat Paripurna Laporan Badan Pembentukan Peraturan Daerah di gedung parlemen, Senin, 6 Juli 2026.

Fasilitas kesehatan di Rumah Sakit Moutong hingga kini belum mengalami peningkatan kualitas fisik maupun layanan. Pasien darurat terpaksa terus dikirim ke Rumah Sakit Umum Daerah Anuntaloko yang jaraknya sangat jauh dari pemukiman warga.

Tragedi kemanusiaan terjadi saat kendaraan pengangkut jenazah kehabisan bahan bakar di wilayah Pasir Putih. Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa manajemen kedaruratan medis di daerah tersebut berada dalam kondisi lampu merah.

Baca Juga: Boikot Janji Politik, Warga Parigi Moutong Patungan Tambal Sendiri Jalan Rusak

Pajak daerah juga dinilai mencekik para pelaku usaha mikro yang baru saja merintis roda ekonomi. Petugas penarik pajak dituding agresif mendatangi pedagang kecil tanpa melakukan proses sosialisasi regulasi secara matang.

"Peristiwa seperti ini tidak boleh terulang lagi karena pelayanan dasar harus menjadi prioritas utama pemerintah," ujar Arifin dengan nada tinggi.

Sektor pertambangan emas skala besar dituding belum memberikan kontribusi optimal bagi pendapatan asli daerah. Padahal, aktivitas pengerukan komoditas bumi tersebut telah memicu kerusakan lingkungan dan merusak akses transportasi publik.

Infrastruktur jalan raya di wilayah Motong saat ini dalam kondisi hancur dan membahayakan keselamatan pengguna. Bahkan area pemakaman umum warga setempat kerap tergenang luapan air sungai sehingga menyulitkan proses pemakaman jenazah.

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini