Sulawesitoday - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memproyeksikan anggaran Rencana Kerja Pemerintah Daerah 2027 mencapai Rp1,7 triliun di tengah keterbatasan fiskal.
"Keterbatasan fiskal menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan," kata Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong, Irwan, beberapa waktu lalu.
Pemerintah daerah memperketat seleksi program pembangunan. Langkah pengetatan ini diambil agar alokasi dana tepat sasaran.
Pemkab menetapkan lima prioritas utama belanja daerah. Kebijakan difokuskan pada sektor kesejahteraan dan infrastruktur dasar.
Sektor ekonomi menjadi tumpuan penyerapan anggaran. Pemda bakal membuka lapangan kerja serta memberdayakan milenial.
Penguatan usaha mikro dipastikan mendapat porsi khusus. Bantuan modal disiapkan untuk mendongkrak daya saing UMKM.
Baca Juga: Mengenal Double Budgeting dan Alasan Pemda Parigi Moutong Prohikit Garapan Anggaran BPJS
Sektor pertanian serta kelautan terus dipacu secara masif. Pemerintah menjamin kelancaran distribusi pupuk subsidi dan asuransi.
"Pertanian dan kelautan adalah kekuatan utama daerah," ujar Irwan.
Layanan kesehatan gratis disiagakan hingga wilayah terpencil. Tim medis mobile bakal diterjunkan mendatangi pemukiman warga.
Sektor pendidikan menerima suntikan dana yang signifikan. Pemda menyiapkan program beasiswa serta pembangunan asrama mahasiswa.
Pembangunan akses jalan serta irigasi menjadi prioritas. Konektivitas antarwilayah memegang peranan kunci pertumbuhan ekonomi warga.
Anggaran daerah dialokasikan pada sejumlah jenis belanja. Porsi belanja modal dan operasional ditata secara terukur.
Pengetatan usulan program dilakukan secara terstruktur. Pemerintah daerah enggan membuang anggaran untuk program unfaedah.