Sulawesitoday - Banyak orang membayangkan pekerjaan petani hanya sebatas turun ke sawah, memegang cangkul, lalu menunggu musim panen tiba.
Padahal, dunia pertanian modern membutuhkan lebih dari sekadar tenaga fisik untuk bisa menghasilkan panen yang melimpah dan menguntungkan.
Sektor pertanian tidak hanya soal menanam biji di tanah yang subur, melainkan juga tentang bagaimana mengelola usaha tani dengan perhitungan yang tepat.
Petani masa kini dituntut untuk memahami pengelolaan anggaran, memilih bibit unggul, hingga membaca peluang pasar agar tidak terjerat permainan harga tengkulak.
Tanpa bekal pengetahuan yang memadai, hasil panen yang melimpah sering kali tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan selama masa tanam.
Hal inilah yang menyebabkan banyak keluarga petani tetap berada di bawah garis kemiskinan meski bekerja keras setiap hari.
Pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor ini menjadi alasan utama Pemkab Parigi Moutong merombak arah kebijakan pembangunannya.
Lewat penyusunan RKPD, pemerintah daerah sepakat bahwa kunci utama untuk menekan angka kemiskinan adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani lokal.
Peningkatan kapasitas SDM bisa dilakukan melalui pelatihan penggunaan teknologi pertanian modern hingga cara pengolahan hasil panen.
Baca Juga: Bappelitbangda Parigi Moutong Genjot SDM Pertanian untuk Tekan Kemiskinan
Ketika petani paham cara mengolah kelapa menjadi sabut olahan atau mengemas hasil tanam secara mandiri, nilai jual produk mereka akan melonjak drastis.
Mengedukasi petani agar memiliki jiwa wirausaha merupakan langkah jangka panjang yang sangat krusial bagi daerah agraris.
Perencanaan yang berbasis data dan evaluasi jujur menjadi modal penting agar program pelatihan tani dari pemerintah tidak berakhir sebagai formalitas semata.
Petani yang cerdas dan adaptif terhadap teknologi akan menjadi kunci utama penggerak ekonomi daerah di masa depan. Kesejahteraan masyarakat desa pun dapat terwujud secara nyata saat kemampuan mengelola pertanian terus diasah.