berita

Terkendala Syarat Lahan, SDK Ogomojolo Parigi Moutong Menanti Anggaran Revitalisasi Tahap Dua

Senin, 3 Agustus 2026 | 11:15 WIB
Disdikbud Parigi Moutong memastikan perbaikan SDK Ogomojolo masuk daftar anggaran pemerintah sebelum viral. Verifikasi lahan kini berjalan.

Sulawesitoday - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong memastikan perbaikan SDK Ogomojolo sudah masuk usulan anggaran jauh sebelum videonya ramai di media sosial.

"SDK Ogomojolo sudah masuk kategori sangat layak untuk diusulkan pada tahun 2025 dan 2026," kata Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, Minggu, 2 Agustus 2026.

Pemerintah daerah bergerak cepat menelusuri pangkalan data pendidikan nasional. Pencocokan Data Pokok Pendidikan membuktikan fasilitas belajar tersebut memang prioritas bantuan.

Kendala utama kini tersisa pada pemenuhan syarat administratif ketersediaan lahan. Kementerian Pendidikan mewajibkan sisa lahan seluas 1.500 meter persegi untuk membangun fasilitas penunjang.

Sertifikat tanah sekolah saat ini baru mencatatkan sisa area sekitar 1.200 meter persegi. Petugas teknis perlu memeriksa ulang kondisi fisik di lapangan guna memastikan batas wilayah.

Baca Juga: Disdikbud Parigi Moutong Targetkan Bahasa Daerah Masuk Kurikulum Sekolah Lima Tahun ke Depan

Ibrahim meluruskan persepsi publik terkait jumlah fasilitas bangunan yang beredar di jejaring sosial. Sekolah tersebut sebenarnya memiliki lima ruang permanen untuk aktivitas pembelajaran sehari hari.

"Yang mengunggah video itu orang tua murid," ujar Ibrahim di Parigi Moutong.

Kondisi bangunan kelas empat dan lima memang menjadi sorotan utama dalam tayangan singkat. Orang tua siswa merekam area tersebut hingga memicu tanggapan luas masyarakat.

Jumlah total peserta didik saat ini mencapai 122 anak. Angka ini memenuhi kualifikasi batas minimal penerima dana bantuan pemerintah.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mengalokasikan bantuan untuk 25 sekolah dasar pada tahap pertama. Dua sekolah menggunakan jalur reguler dan sisa lainnya memanfaatkan dana aspirasi.

"Untuk 25 sekolah tersebut kontraknya sudah ditandatangani dan tinggal menunggu pencairan anggaran," ucap Ibrahim.

Tags

Terkini