@sulawesitodaycom Rela menembus kobaran api demi keluarga, tapi berujung duka maut? Niat mulia seorang kakek di Polman ini berakhir tragis saat rumah panggung miliknya dilahap si jago merah. Peristiwa memilukan ini terjadi di Kelurahan Limboro, Polewali Mandar. Mursalim yang berusia 77 tahun sebenarnya sudah berhasil keluar saat api mulai membesar. Namun, demi menyelamatkan istri dan cucunya yang terjebak di lantai atas, lansia ini nekat menerobos masuk kembali ke dalam rumah panggung kayu yang membara. Petugas pemadam dan warga akhirnya menemukan sang istri dan cucunya meninggal dunia di lokasi. Mursalim sempat ditemukan selamat di kamar mandi. Sayang, nyawanya tidak tertolong setelah dirujuk ke RSUD akibat luka bakar parah dan paparan asap pekat. Bagaimana pendapat kamu soal aksi nekat sang kakek? Tulis komentar kamu di bawah, bagikan video ini, dan ikuti akun ini untuk pembaruan berita berikutnya! #KebakaranPolman #TragediLimboro #BeritaViral #PolewaliMandar #BeritaTerbaru
♬ suara asli - Menurut Sulawesitoday - Menurut Sulawesitoday
Sulawesitoday - Kapolsek Tinambung, AKP Ramli, sebut kebakaran di Kelurahan Limboro, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Senin 3 Agustus 2026, tidak hanya merenggut tiga korban jiwa, tetapi juga menimbulkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.
"Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30 WITA itu hanguskan satu unit rumah panggung beserta seluruh isinya. Termasuk dua unit sepeda motor terparkir di lokasi," jelasnya, saat di lokasi kejadian, Senin 3 Agustus 2026.
Penyebab pasti kebakaran itu kata dia, masih dalam proses penyelidikan Tim Inafis Satreskrim Polres Polewali Mandar.
Selain kerugian materi, peristiwa itu menewaskan tiga penghuni rumah.
Diantaranya yakni Mursalim (77), seorang wiraswasta, istrinya Hj. Nurmala (80), pensiunan guru, serta cucu mereka, Ibnu Nurhalim (17), yang masih berstatus pelajar.
Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat dari bagian belakang rumah. Saat itu, Mursalim sedang berada di teras rumah bersama seorang warga bernama Yahya.
Warga kemudian berupaya memberikan pertolongan, namun kobaran api dengan cepat membesar karena bangunan didominasi material kayu.
Baca Juga: Tragis, Lansia di Polman Tewas Menerobos Api Demi Selamatkan Anak Cucu
Brigpol Muhlis Farid yang saat itu sedang melatih Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di belakang lokasi kejadian segera menghubungi Polsek Tinambung untuk meminta bantuan.
Warga juga berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu kedatangan mobil pemadam kebakaran.
Dalam upaya menyelamatkan keluarganya, Mursalim sempat masuk kembali ke dalam rumah yang telah dipenuhi asap tebal. Namun kobaran api semakin membesar sehingga proses penyelamatan tidak berhasil.
Sekitar pukul 11.45 WITA, satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan berhasil mengendalikan api.
Setelah api padam, petugas bersama warga menemukan Hj. Nurmala dan Ibnu Nurhalim di lantai atas rumah dalam keadaan meninggal dunia.