Ratusan ton logistik gempa Nusa Tenggara Timur menumpuk di posko utama namun minim sampai ke tangan pengungsi. Warga pengungsian harus membagi satu paket bantuan kecil untuk puluhan keluarga.
"Di hari ke5 kami pasca gempa kami dapat bantuan dari pemerintah," kata akun @frasiska_aja pada Rabu, 19 Agustus 2026. Pernyataan warga ini merekam realitas penyaluran logistik bencana yang sangat terbatas di lapangan.
Satu rukun tetangga berisi 30 kepala keluarga hanya menerima 15 kilogram beras. Pasokan logistik tersebut jelas tidak mencukupi kebutuhan makan harian para korban bencana.
Warga juga hanya menerima satu dus mi instan serta sepuluh butir telur. Minyak goreng yang diterima warga bahkan hanya berukuran seperempat liter.
Pemerintah pusat sebenarnya terus menggelontorkan bantuan udara ke wilayah terdampak. Langkah percepatan penyaluran logistik tersebut dilakukan atas perintah langsung Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Sesar Naik Flores Pemicu Ribuan Gempa Susulan di NTT, Warga Panik
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mencatat ratusan ton bantuan sudah terangkut. Total pengiriman logistik memasuki hari kelima pascabencana telah mencapai 253 ton.
Pengiriman armada udara terbaru dilakukan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. Lima pesawat angkut berangkat menuju wilayah bencana sejak Rabu dini hari.
Penerbangan tersebut membawa sekitar 65 ton bantuan pangan dan perlengkapan darurat. Pemerintah berharap pasokan logistik ini segera mengurangi beban penderitaan para korban.
"Jadi sejak hari pertama 27 ton sampai dengan hari kelima ini sudah terangkut 253 ton logistik," ujar Teddy Indra Wijaya. Pemerintah memastikan proses pengiriman udara berjalan tanpa hambatan cuaca.
Dua pusat distribusi utama didirikan di wilayah Labuan Bajo dan Maumere. Posko penyalur membantu pengiriman bahan pokok menuju wilayah terdampak Manggarai hingga Ngada.
"Yang pertama, atas instruksi Bapak Presiden, hari ini, hari kelima pascabencana tanggal 19 Agustus 2026 jam 4 pagi kembali diberangkatkan lima pesawat menuju NTT," tutur Teddy Indra Wijaya. Pengawasan penyaluran bantuan akan diperketat agar tepat sasaran.