berita

Anomali cuaca Desember: Panas Pol-polan seiring dengan munculnya El Nino

Jumat, 22 Desember 2023 | 20:41 WIB
Anomali cuaca Desember: Panas Pol-polan seiring dengan munculnya El Nino Musim hujan yang seharusnya melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada bulan Desember ini malah berubah menjadi periode panas yang luar biasa.

Anomali cuaca Desember 2023


Musim hujan yang seharusnya melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada bulan Desember ini malah berubah menjadi periode panas yang luar biasa.

Menurut peneliti Ahli Utama Bidang Klimatologi, Dr. Erma Yulihastin, dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), anomali cuaca ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor utama.

Sebagian besar wilayah Jawa mengalami kondisi kering tanpa hujan atau dry spells yang disebabkan oleh puncaknya fenomena El Nino.

"Dari situ terjadi kondisi cuaca yang kering di musim hujan," jelas Erma Yulihastin melalui cuitan di media sosial.

Dry spells ini dipengaruhi oleh intrusi massa udara kering dari Samudra Hindia di selatan Jawa dan Australia yang sedang mengalami musim panas.

Data rekaman dalam lima hari terakhir menunjukkan bahwa wilayah Jakarta bahkan tidak mengalami hujan, menegaskan bahwa dry spells sudah menjadi konsisten. Erma Yulihastin menambahkan,

"Dampak El Nino semakin terasa pada Desember-Januari karena pendinginan suhu muka laut hingga lapisan termoklin dekat Papua baru terbentuk pada Desember. Kontras dengan pemanasan suhu di Samudra Pasifik."

Tidak hanya Indonesia, negara tetangga seperti Filipina juga merasakan dampak serupa. Renato Solidum Jr dari Sekretaris Departemen Sains dan Teknologi Filipina memprediksi bahwa kondisi panas yang terjadi di Desember 2023 ini akan terus berlangsung hingga Mei 2024.

"Sebanyak 66 provinsi di Filipina terdampak kondisi tersebut," ujar Solidum Jr.

Menurutnya, beberapa wilayah Filipina sudah mengalami penurunan curah hujan hingga 80%, dan berdasarkan kondisi terkini, ada kemungkinan terjadinya kekeringan sedang hingga parah pada Februari hingga Mei 2024.

Solidum Jr juga memperingatkan bahwa fenomena cuaca ini "sebanding" dengan kejadian El Nino terburuk di dunia pada tahun 1997 hingga 1998, yang dikenal sebagai El Nimno.

Dengan adanya indikasi tersebut, pemerintah dan masyarakat diminta untuk bersiap menghadapi potensi dampak serius dari cuaca anomali ini, termasuk potensi kekeringan yang dapat mempengaruhi sejumlah wilayah di Indonesia dan Filipina.

Terkini