Namun, di balik semua ini juga muncul pertanyaan: Apakah ini benar-benar berdampak? Apakah solidaritas semacam ini bisa memengaruhi hasil konflik atau setidaknya memberikan kenyamanan kepada mereka yang terkena dampaknya? Jawabannya mungkin tidak jelas, tetapi fenomena ini menunjukkan bahwa jurnalis dan para profesional komunikasi perlu memahami semakin besarnya peran budaya populer dalam dinamika internasional.
Pempek Palembang, yang dulunya hanya dikenal di Indonesia, sekarang telah menjadi simbol solidaritas lintas benua. Makanan ini mungkin sederhana, tetapi daya tariknya jelas. Ini juga menegaskan bahwa meskipun kita hidup di dunia yang serba cepat, kekuatan budaya lokal tetap dapat menembus batas geografis dan sosial.