Sulawesitoday - Bulan Ramadan sudah di depan mata. Atau mungkin sudah tiba. Menu utamanya, tentu saja, sholat Tarawih.
Biasanya, kita terbiasa dengan pola dua rakaat satu salam. Dua, dua, dua, lalu witir. Tapi, ada juga jamaah yang memilih pola empat rakaat satu salam.
Pola ini biasanya dipakai untuk formasi 4-4-3. Empat rakaat Tarawih, empat rakaat Tarawih, lalu tiga rakaat Witir. Total sebelas rakaat.
Bagaimana caranya? Ternyata tidak sulit. Sama saja dengan sholat pada umumnya. Hanya saja, salamnya dilakukan setelah rakaat keempat.
Yang penting niatnya. Niat itu soal kemantapan hati.
Kalau jadi makmum, niatnya sebagai makmum. Kalau jadi imam, niatnya imam. Kalau terpaksa sendirian di rumah karena lembur kerja, ya niat sendiri.
Semua ada panduannya. Lengkap. Mulai dari bacaan niatnya sampai urutan gerakannya.
Soal pilihan jumlah rakaat atau pola salam ini memang sering jadi diskusi. Tapi itu indahnya. Banyak jalan menuju Roma. Banyak cara untuk beribadah.
Yang tidak boleh itu satu: tidak sholat Tarawih. Apalagi kalau alasannya cuma karena bingung tata caranya.
Kini, semua sudah jelas. Tinggal mau atau tidak.
Mau pilih yang dua-dua atau empat-empat, kuncinya satu: khusyuk. Dan tumakninah. Jangan seperti dikejar kereta api.
Selamat menjalankan ibadah. Semoga Ramadan tahun ini lebih bermakna.
Keutamaan Doa Kamilin, Menutup Malam Tarawih dengan Penuh Berkah