• Jumat, 3 Juli 2026

Kapal selam robotik raksasa "Orca" milik angkatan laut Amerika siap beraksi di lautan

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Jumat, 29 Desember 2023 | 14:45 WIB
Sulawesitoday - Angkatan Laut Amerika Serikat telah resmi menerima pengiriman kapal selam robotik raksasa pertamanya, yang diberi nama
Sulawesitoday - Angkatan Laut Amerika Serikat telah resmi menerima pengiriman kapal selam robotik raksasa pertamanya, yang diberi nama

Sulawesitoday - Angkatan Laut Amerika Serikat telah resmi menerima pengiriman kapal selam robotik raksasa pertamanya, yang diberi nama "Orca."

Kapal selam ini, yang merupakan kendaraan Bawah Laut Ekstra Besar Tanpa Awak (XLUUV) buatan Boeing, siap menjelajah bawah laut dengan jangkauan mencengangkan sejauh 10.500 kilometer.

Dengan panjang 26 meter dan kapasitas muatan mencapai 8,8 ton, Orca memegang predikat sebagai kapal selam angkatan laut otonom terbesar yang pernah dibuat.

Kapal ini adalah prototipe pertama dari empat pesanan kapal selam robotik oleh Angkatan Laut, menandai langkah penting menuju pengenalan kapal kelas baru yang revolusioner.

Orca, yang mengusung konsep XLUUV Echo Voyager Boeing yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2017, telah melalui serangkaian pengujian ketat.

Uji coba melibatkan fase permukaan dan bawah air yang ekstensif, menunjukkan kesiapan Orca untuk tugas-tugas berat di kedalaman laut.

Kapal selam ini ditenagai oleh sistem baterai diesel/lithium-ion hibrida, memungkinkannya beroperasi di bawah air untuk periode yang lama.

Fasilitas unik lainnya adalah kemampuannya untuk kembali ke permukaan dan menggunakan mesin diesel untuk mengisi ulang, dilengkapi dengan tiang yang dapat ditarik yang berfungsi sebagai snorkel.

Dengan kecepatan maksimum 8 knot (15 km/jam), Orca mampu melaju dengan muatan modul berukuran hingga 10 meter.

Orca bukan hanya menonjol dalam kinerja teknisnya, tetapi juga dalam desainnya yang kompak.

Meskipun berukuran besar untuk kapal selam otonom, Orca tidak memerlukan sistem pendukung kehidupan, ruang kru, sistem keselamatan, atau peredam suara khas kapal selam berawak.

Kelebihan ini membuatnya lebih efisien dalam memuat banyak barang dalam ruang yang sangat terbatas.

Wakil Presiden Boeing Maritime and Intelligence Systems, Ann Stevens, menyatakan kebanggaannya terhadap pencapaian timnya.

"Ini adalah puncak dari pekerjaan selama lebih dari satu dekade, pengembangan kendaraan bawah laut jarak jauh yang sepenuhnya otonom dengan kapasitas muatan besar," ucap Stevens.

Dengan kemampuan sistem otonomnya, Orca diharapkan dapat menangani navigasi serta misi di perairan yang berpotensi konflik.

"Saya sangat senang menyaksikan tim kami mewujudkan kemampuan unik ini. Saya bangga atas inovasi, ketekunan, dan komitmen teguh mereka yang telah menghasilkan UUV paling canggih dan mumpuni di dunia," tambah Stevens.

Kehadiran Orca menjadi tonggak penting dalam evolusi teknologi militer laut, menjanjikan kontribusi besar dalam keamanan maritim dan eksplorasi bawah laut.

Kapal selam robotik ini siap menjadi pionir dalam menjelajahi samudera dengan tingkat efisiensi dan kemandirian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga: Eksperimen mengerikan di dunia ilmu pengetahuan: Sejarah yang membekas

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini