Sulawesitoday - Kabupaten Parigi Moutong dipercaya menjadi tuan rumah Apel Kesiapsiagaan Nasional bagi Pemadam Kebakaran (Damkar), Satpol PP, dan Satlinmas se-Sulawesi Tengah.
Acara berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong, Kamis pagi, dengan tema “Mencegah Kebakaran, Menjaga Pembangunan.”
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Dalam Negeri.
Mendagri menegaskan, “Petugas pemadam bukan hanya memadamkan api, tetapi menyelamatkan nyawa. Satpol PP dan Satlinmas bukan hanya pelaksana perda, tapi pelindung masyarakat dalam situasi kritis.”
Seruan ini menggema di antara ribuan personel yang hadir, menegaskan pentingnya peran mereka sebagai garda terdepan pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri juga menyoroti kelemahan struktur kelembagaan di daerah, mulai dari minimnya personel ASN hingga keterbatasan sarana prasarana.
“Daerah perlu memperkuat kelembagaan, memperhatikan kesejahteraan petugas, dan membentuk Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di tingkat desa dan kelurahan. Kesiapsiagaan partisipatif adalah fondasi keselamatan,” tegasnya.
Gubernur Anwar Hafid, secara pribadi mengapresiasi Parigi Moutong yang dinilainya matang sebagai tuan rumah.
“Kami bangga, Parigi Moutong telah menunjukkan kesiapan menjadi pusat kegiatan tingkat provinsi, bahkan nasional. Ini bukti bahwa bersama kita mampu meningkatkan kapasitas daerah,” ujarnya, menekankan pentingnya sinergi dan loyalitas petugas.
Pj Bupati Parigi Moutong, Richard Arnaldo, menyambut hangat para tamu undangan dan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.
“Ini kehormatan besar bagi kami. Semoga ke depan, pelayanan publik dan penanggulangan bencana di daerah kami semakin profesional,” katanya.
Baca Juga: Blokade Akses TPA Sampah Jononunu Parigi Moutong Dijawab dengan Tumpukan Sampah
Apel yang juga memperingati HUT ke-106 Damkar, ke-75 Satpol PP, serta ke-63 Satlinmas ini, dihadiri lebih dari seribu personel dari berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah.
Barisan mereka bergerak teratur, merefleksikan semangat pengabdian, keberanian, dan kesiapsiagaan yang terus dijaga demi keselamatan masyarakat.