pemerintah

Pemda Parigi Moutong Buka Lapangan Kerja Keluar Negeri Lewat Kemah Pemuda 2025

Kamis, 20 November 2025 | 17:32 WIB
Jangan malas! Wabup Abdul Sahid tegaskan Pemda Parigi Moutong buka lapangan kerja keluar negeri bagi pemuda disiplin di Kemah Pemuda 2025. Peluang emas atau tantangan berat? Simak faktanya.

Sulawesitoday - Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, membawa kabar yang dinanti. Pemda Parigi Moutong buka lapangan kerja keluar negeri. Sebuah terobosan yang berani.

Mewakili Bupati H. Erwin Burase, Abdul Sahid secara resmi membuka Kemah Pemuda 2025, Kamis (20/11/2025). Didampingi sosok senior, Abd. Aziz Tombolotutu, suasana terasa khidmat.

Kegiatan ini bukan sekadar kumpul-kumpul. Ini adalah inkubator. Tujuannya jelas. Mencetak mental baja.

Wabup menekankan satu hal. Disiplin. Tanpa itu, omong kosong. Beliau menghimbau pemuda untuk bangkit.

"Jangan malas," tegasnya. Tuhan sudah gariskan rezeki. Itu pasti. Namun, ada syarat mutlak yang tak bisa ditawar. Jauhi barang haram. Narkoba adalah musuh. Itu penghancur mimpi.

Benarkah Peluang Itu Nyata?

Anda mungkin bertanya. Apakah ini sekadar retorika politik? Wabup tampak serius. Dalam sambutannya, ia menegaskan dorongan pemerintah daerah. Mereka ingin pemuda berkarya.

Caranya konkret. Pemda memfasilitasi akses kerja ke mancanegara. Ini bukan main-main. Pendidikan dan kedisiplinan adalah tiketnya. Pemuda adalah garda terdepan. Dari 23 kecamatan, mereka harus bersatu. Tujuannya satu. Mengharumkan nama daerah.

Sementara itu, Plt. Disporapar Abd. Aziz Tombolotutu punya visi lain. Sebagai Ketua Panitia, ia melapor dengan lugas. Kemah ini adalah kawah candradimuka. Peserta dilatih kepemimpinan. Kerja sama diasah. Kepedulian sosial diuji.

Lebih dari itu, ada agenda besar menanti. Festival Teluk Tomini (FTT). Pemuda dipersiapkan jadi motor penggerak. Budaya wisata ada dipundak mereka. Aziz berharap kegiatan ini menumbuhkan cinta tanah air. Memperkuat persaudaraan. Menjaga nilai luhur bangsa.

Siapa Saja Aktor di Balik Layar?

Data berbicara. Sebanyak 60 orang terpilih. Mereka bukan orang sembarangan. Berasal dari berbagai elemen. Ada Pramuka, Karang Taruna, dan Risma. Tak ketinggalan Pemuda Hindu Dharma dan Muhammadiyah. Sanggar seni Torayaku dan Pokdarwis Kayubura pun ambil bagian.

Selama tiga hari, 20-22 November 2025, mereka digembleng. Simbolisasi pembukaan dilakukan dengan penyematan tanda peserta. Agung dari Karang Taruna Salanjo Mavaro Petapa maju ke depan. Bersamanya, ada Wulan dari Risma Kreatif Nurul Gufran Toboli Barat.

Aziz Tombolotutu, yang juga Ketua Tim Pelaksana FTT, menitipkan pesan. Manfaatkan kesempatan ini. Cari ilmu. Cari pengalaman. Buktikan Parigi Moutong punya taring. Pemudanya kreatif. Inovatif. Mandiri. Siap bersaing di era global.

Halaman:

Tags

Terkini