pemerintah

Solar Cell 900 Watt Dipasang di Sekolah Pegunungan Parigi Moutong, Digitalisasi Pendidikan Masuki Babak Baru

Senin, 24 November 2025 | 20:21 WIB
Pemerintah memasang listrik tenaga surya 900 watt untuk sekolah pegunungan dan membagikan Smart TV 75 inci di 540 sekolah dalam upaya percepatan digitalisasi pendidikan.

 

Sulawesitoday - Angin perubahan kembali berhembus dari wilayah yang paling jauh dijangkau sinyal. Pemerintah daerah memastikan langkah baru: sekolah-sekolah di pegunungan akan segera dipasangi listrik tenaga surya berkapasitas 900 watt. Sebuah harapan, agar tak ada lagi kelas yang gelap saat pelajaran dimulai.

Digitalisasi pendidikan bergerak cepat. Tahun ini, sebanyak 540 sekolah jenjang SD dan SMP menerima bantuan perangkat Smart TV 75 inci layar sentuh untuk pembelajaran interaktif. Langkah ini menandai komitmen pemerataan fasilitas belajar hingga pelosok.

"Jumlah SD menerima 425 sekolah, untuk SMP 115 sekolah," ujar Ibrahim, Kepala Bidang Manajemen SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong.

Ia menekankan, dukungan perangkat digital tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang percepatan digitalisasi satuan pendidikan.

Namun, tidak semua sekolah mampu langsung memanfaatkan perangkat itu. Masih ada ruang kelas di tepi pegunungan—tanpa listrik, tanpa jaringan internet. Di sanalah fokus baru pemerintah ditekankan.

Ibrahim menyebut, 21 sekolah telah masuk daftar tahap pertama penerima pemasangan solar cell tahun ini. "Fasilitas digital akan diberikan bertahap sampai semua siap. Kami pastikan tidak ada sekolah yang tertinggal," tuturnya.

Di sisi lain, pemerintah pusat mempercepat agenda perbaikan fisik sekolah. Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya membangun ruang belajar yang modern, aman, dan ramah anak. Revitalisasi ruang kelas menyasar fasilitas dasar: sanitasi layak, toilet keramik dengan pilihan duduk maupun jongkok, hingga akses air bersih.

Sedikitnya 15 sekolah kini sedang menjalani pembangunan fisik, tersebar mulai dari Kecamatan Sausu hingga Bolano Lambunu. Program tersebut merupakan dukungan langsung dari Kemendikbudristek.

Masa depan pendidikan tidak lagi menunggu listrik PLN menjangkau bukit-bukit berkabut. Matahari menjadi solusi. Dan jika lampu-lampu di kelas itu segera menyala, mungkin mimpi anak-anak di sana akan ikut terbakar terang.

Baca Juga: Hadiah Rp16,5 Juta Menanti, Pemda Parigi Moutong Cari Desainer Motif Budaya Lokal

Tags

Terkini