Sulawesitoday - Brida Innovation Week (BIW) 2024, yang akan berlangsung pada November mendatang, menjadi ajang penting bagi para pelaku usaha, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan mahasiswa di Sulawesi Tengah. Salah satu acara yang paling dinantikan adalah temu bisnis, yang mengusung tema "Inovasi Daerah Sulawesi Tengah".
Acara ini bertujuan untuk mempertemukan berbagai pihak guna mendorong pemanfaatan hasil riset agar dapat diaplikasikan secara nyata di masyarakat.
M. Edward Yusuf, Kepala Bidang Pemanfaatan dan Fasilitasi Brida Sulawesi Tengah, menjelaskan dalam wawancara bersama PPID Pelaksana Brida Sulawesi Tengah pada Kamis, 19 September 2024, bahwa temu bisnis ini merupakan agenda baru dalam penyelenggaraan BIW. Ia menambahkan bahwa acara ini sangat relevan dengan kebutuhan daerah yang berfokus pada pembangunan berbasis inovasi.
"Tema yang diangkat dalam temu bisnis ini ialah inovasi daerah Sulawesi Tengah," ujar Edward.
Baca Juga: Refleksi Enam Tahun Likuifaksi Pasigala, Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana di Sulawesi Tengah
Salah satu inovasi yang akan dipamerkan dalam temu bisnis ini adalah cool box atau kotak pendingin, hasil inovasi dari dosen Universitas Tadulako. Alat ini, yang dihasilkan melalui penelitian yang didorong oleh kebutuhan masyarakat, diharapkan dapat menjadi solusi praktis bagi pelaku usaha, khususnya dalam sektor perikanan dan distribusi produk-produk yang memerlukan penyimpanan dingin.
"Temu bisnis ini bertujuan untuk mengaplikasikan hasil riset agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," tambah Edward.
Selain itu, acara ini akan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai institusi penting, termasuk Bank Indonesia, Perusahaan Daerah (Perusda), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan pandangan luas mengenai kolaborasi antara sektor penelitian dan dunia usaha dalam mendorong inovasi daerah.
Temu bisnis ini akan diadakan di Striti Convention Hall, dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha lokal hingga mahasiswa yang tertarik untuk berkontribusi dalam bidang inovasi. Acara ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk berbagi ide, tetapi juga diharapkan dapat mendorong terjadinya kerja sama yang berkelanjutan antara berbagai pihak demi pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.
M. Edward juga menekankan harapannya agar kegiatan ini membawa dampak positif bagi Sulawesi Tengah, yang dikenal sebagai Negeri Seribu Megalit.
"Semoga giat ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Sulawesi Tengah dan juga Indonesia," ujarnya, seraya menekankan bahwa inovasi lokal dapat berperan dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
BIW 2024 menjadi momentum penting dalam mendorong kemajuan daerah melalui inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Temu bisnis ini, dengan segala inovasi yang dipamerkan, tidak hanya memberikan harapan bagi pembangunan daerah, tetapi juga mencerminkan upaya bersama untuk mencapai tujuan jangka panjang Indonesia yang lebih maju.