pemerintah

Internet Komunitas di Garis Depan Perubahan! Rural ICT Camp 2024 Dukung Pembangunan Berkelanjutan

Senin, 7 Oktober 2024 | 12:49 WIB
Rural ICT Camp 2024 soroti internet komunitas sebagai solusi memperkecil kesenjangan digital, mendukung pembangunan berkelanjutan dan ketahanan iklim. #RuralICT2024 #InternetKomunitas (Amirulah)

Sulawesitoday - Rural ICT Camp 2024 yang berlangsung di Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, menjadi titik fokus dalam penguatan internet komunitas di pedesaan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Mengusung tema "Konektivitas Pedesaan & Ketahanan Iklim", acara ini menyoroti pentingnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam mengurangi kesenjangan digital di wilayah terpencil.

Perwakilan dari 10 provinsi, termasuk para pegiat TIK dan kelompok Sekolah Internet Komunitas (SIK), berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang digelar oleh Digital Access Programme (DAP) dan Common Room Networks Foundation. Mereka berbagi pengalaman, tantangan, dan solusi untuk mengintegrasikan internet komunitas ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat pedesaan, sebuah langkah yang dinilai krusial dalam membangun ketahanan iklim dan memajukan pembangunan daerah.

Baca Juga: Pertengkaran di Ujung Telepon, Kisah Tragis Gantung Diri Pasca Putus Cinta Jarak Jauh

Salah satu narasumber, Sudaryano Lamangkona, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Tengah, menyoroti bahwa masalah geografis dan terbatasnya infrastruktur menjadi hambatan utama dalam membangun akses digital di daerah terpencil. “Perlu upaya-upaya kolaboratif antara semua pemangku kepentingan dan pemangku kebijakan, dalam membangun strategi ekosistem digital berbasis komunitas desa, untuk memperkecil kesenjangan digital di wilayah pedesaan,” ujar Sudaryano.

Tantangan tersebut tidak hanya melibatkan aspek teknis, tetapi juga kebijakan yang mendukung pembangunan infrastruktur internet serta pemberdayaan masyarakat. Upaya untuk meningkatkan keterampilan digital, kesadaran keamanan, dan literasi digital di desa-desa menjadi sangat penting. Dalam hal ini, keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan internet komunitas, sebagaimana yang diungkapkan Gustaff H. Iskandar, Direktur Common Room. “Dengan keterlibatan masyarakat, kita bisa memastikan pemanfaatan internet yang bermakna untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan ketahanan iklim,” jelas Gustaff.

Acara ini juga menyoroti pentingnya pertukaran pengetahuan melalui DAP Global Learning Event, yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah dengan mitra internasional seperti Kedutaan Besar Inggris. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat posisi internet komunitas sebagai pilar penting dalam strategi pembangunan jangka panjang di pedesaan, terutama dalam menghadapi tantangan iklim yang semakin mendesak.

Selama acara yang berlangsung hingga 11 Oktober, peserta tidak hanya belajar tentang pengembangan infrastruktur digital, tetapi juga menemukan cara-cara baru untuk memanfaatkan teknologi demi membangun komunitas yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim. Internet komunitas bukan hanya sekedar alat komunikasi, tetapi sebuah platform untuk perubahan sosial dan ekonomi yang lebih besar, yang dapat mendorong pembangunan di wilayah-wilayah yang sering terpinggirkan dari kemajuan teknologi.

Kehadiran berbagai pejabat pemerintah serta perwakilan internasional menegaskan pentingnya keterlibatan lintas sektor dalam membangun solusi berbasis komunitas. Dalam konteks ini, internet komunitas diakui sebagai katalis utama bagi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam hal akses universal terhadap informasi dan pendidikan.

Terkini