Kenapa Bekas Luka Harry Terasa Sakit Saat Melihat Snape?
Dalam petualangan magis Harry Potter di Hogwarts, kita sering kali melihatnya menyentuh bekas luka di dahinya dengan ekspresi campur aduk, terutama saat momen yang terkait dengan Voldemort.
Tetapi, apakah kamu pernah bertanya-tanya mengapa bekas luka itu terasa sakit saat Harry melihat Snape dalam film Harry Potter and The Philosopher's Stone? Mari kita simak lebih lanjut!
Semuanya bermula pada tahun pertama Harry di Hogwarts. Saat itu, dia masih baru di sekolah sihir yang legendaris itu, dan sudah menjadi sorotan karena berhasil selamat dari ancaman Voldemort.
Bekas luka di dahinya menjadi tanda khas yang dikenal banyak orang di Hogwarts. Anehnya, Harry sepertinya tidak menyadari bahwa bekas luka itu bisa terasa sakit kapan saja.
Film Harry Potter and The Philosopher's Stone menyuguhkan momen misterius saat Harry, tanpa diduga, merasakan sakit pada bekas luka ketika berhadapan dengan Severus Snape. Pertanyaannya, mengapa?
Severus Snape, sosok yang seringkali membuat bulu kuduk kita merinding, sebenarnya memiliki peran yang tak terduga.
Meski terlihat dingin dan keras pada Harry, Snape sebenarnya melindungi anak itu dari berbagai bahaya di Hogwarts. Motivasinya? Cinta yang begitu mendalam pada Lily Potter, ibu Harry.
Pada suatu pertandingan Quidditch, ketika sapu terbang Harry mengalami gangguan yang berbahaya, Hermione dengan cepat bereaksi membakar jubah Snape.
Namun, yang sebenarnya terjadi adalah Snape sedang menghadapi ancaman lebih besar terhadap Harry yang datang dari Professor Quirinus Quirrell. Snape tengah melawan mantra berbahaya yang hendak mencelakai Harry.
Ternyata, Professor Quirrell, pengajar Pertahanan Terhadap Sihir Hitam di Hogwarts, adalah sosok yang membuat bekas luka Harry terasa sakit saat berhadapan dengan Snape.
Pada momen di Great Hall, saat Snape dan Harry bertatapan, Quirrell, yang pada saat itu menjadi tuan rumah bagi Voldemort yang menumpang dalam tubuhnya, yang menyebabkan Harry merasakan sakit pada bekas lukanya.